Awal Ramadan 1447 Hijriah Berpotensi Berbeda
- 12 Feb 2026 15:47 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju- Penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah tahun ini berpotensi terjadi perbedaan. Pasalnya, menurut hasil hisab yang dilakukan oleh Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Barat, posisi hilal saat pengamatan 17 Februari mendatang diperkirakan belum memenuhi kriteria. Sementara itu Organisasi Keagamaan Muhammadiyah telah menetapkan 18 Februari mendatang, sebagai awal ramadhan.
Penelaah Hisab Rukyat Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Barat, Hakim Sy Nira, dalam wawancaranya, Kamis, 12 Februari 2026 menjelaskan, penetapan awal Ramadan oleh Kementerian Agama mengacu pada standar Mabims, yakni kesepakatan Menteri-Menteri Agama dari negara-negara ASEAN.
"Penetapan awal Ramadan tahun ini kami dari Kementerian Agama tetap mengacu pada standar Mabims, yaitu kesepakatan bersama Menteri-Menteri Agama dari negara-negara ASEAN," ujarnya.
"Jadi sesuai dengan kesepakatan Mabims itu, ketinggian hilal minimum 3 derajat atau lebih, kemudian elongasi atau sudut visibilitas cahaya itu dipatok dengan syarat 6,4 derajat," tambahnya.
Berdasarkan hasil hisab yang dilakukan Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Barat, posisi hilal saat pengamatan 17 Februari mendatang, diperkirakan belum memenuhi kriteria tersebut.
"Sesuai dengan hisab yang kami lakukan dari Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Barat, posisi hilal kita tahun ini masih berada di bawah ufuk mar’i pada saat pengamatan hilal di hari Selasa tanggal 17 Februari yang akan datang," jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 1 Ramadan 1447 Hijriah atau awal puasa Ramadan 2026 diperkirakan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Kondisi ini menimbulkan potensi perbedaan dalam penetapan awal puasa tahun ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....