BPS Ungkap Inflasi Mamuju Naik Jelang Bulan Ramadan
- 10 Feb 2026 21:19 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mamuju mencatat adanya kenaikan inflasi di Mamuju jelang Ramadan 1447 hijriyah.
Hal tersebut diungkapkan Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Mamuju Mamuju, Syfa Aulia Rahmi, saat menjadi narasumber di dialog interaktif RRI Mamuju bersama Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat, Adnan, yang mengusung tema Menjaga Inflasi Jelang Memasuki Bulan Ramadan, dan dipandu langsung oleh host Megapika, Senin, 9 Februari 2026.
Dalam pemaparannya, Syfa Aulia Rahmi menjelaskan bahwa kenaikan harga menjelang Ramadan dan Idulfitri merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun, terutama pada komoditas kebutuhan pokok.
“Fenomena setiap tahun menjelang Lebaran memang selalu diikuti dengan kenaikan harga, terutama komoditas yang ada di piring kita,” ujar Syfa.
Ia menyebutkan, dari sisi teori inflasi, masyarakat cenderung sudah memprediksi kenaikan harga tersebut sehingga turut memengaruhi pola konsumsi dan distribusi barang.
“Ada teori inflasi yang menjelaskan bahwa masyarakat sudah bisa meramalkan harga barang akan naik, sehingga terjadi perubahan perilaku pasar,” tambahnya.
Syfa juga menyoroti pentingnya pengendalian distribusi komoditas, khususnya bahan pangan, agar harga tetap stabil.
“Jika panen tidak ditahan-tahan untuk dijual, maka kemungkinan harga masih bisa tetap stabil,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Mamuju dalam beberapa bulan terakhir mengalami inflasi yang cukup tinggi. Berdasarkan data BPS, inflasi Januari 2026 tercatat signifikan.
“Jika dibandingkan dengan Desember 2025, pada Januari 2026 Mamuju mengalami inflasi sebesar 1,58 persen. Angka ini tergolong cukup tinggi,” ungkap Syfa.
Menurutnya, salah satu faktor utama pemicu kenaikan harga adalah kondisi cuaca yang berdampak langsung pada pasokan pangan, khususnya hasil laut.
“Kenaikan harga tersebut juga dipengaruhi oleh faktor cuaca. Bahkan, harga ikan sempat naik hingga dua kali lipat dari harga normal,” jelasnya.
Melalui dialog ini, RRI Mamuju berharap dapat meningkatkan pemahaman masyarakat serta mendorong kolaborasi antara pemerintah dan pelaku pasar dalam menjaga stabilitas harga menjelang bulan suci Ramadan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....