Kemarau Berkepanjangan Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan

  • 25 Agt 2026 12:47 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Kebakaran hutan menjadi salah satu isu nasional yang kembali mendapat perhatian, seiring memasuki musim kemarau panjang di sejumlah wilayah Indonesia.

Kondisi cuaca yang lebih kering dan minimnya curah hujan membuat kawasan hutan serta lahan menjadi lebih rentan mengalami kebakaran.

Musim kemarau yang berlangsung cukup lama menyebabkan vegetasi dan rerumputan mengering, sehingga api lebih mudah menyebar apabila terjadi percikan api, baik akibat faktor alam maupun aktivitas manusia.

Di berbagai daerah, pemerintah bersama masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Upaya pencegahan dilakukan melalui patroli kawasan rawan, sosialisasi kepada masyarakat, hingga penanganan cepat apabila ditemukan titik api.

Di Sulawesi Barat, khususnya wilayah Kabupaten Mamuju dan sekitarnya, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Kebiasaan membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar dapat menjadi pemicu terjadinya kebakaran yang lebih luas.

Selain mengancam kelestarian lingkungan, kebakaran hutan juga dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat akibat kabut asap yang ditimbulkan. Gangguan pernapasan hingga menurunnya kualitas udara menjadi risiko yang perlu diwaspadai.

Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan selama musim kemarau.

Kesadaran dan kepedulian masyarakat menjadi kunci dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Dengan meningkatnya kewaspadaan serta kerja sama semua pihak, potensi kebakaran hutan dapat ditekan sehingga lingkungan tetap terjaga dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....