BPJS Kesehatan Perluas Layanan JKN hingga Wilayah Terpencil
- 14 Jul 2025 18:32 WIB
- Mamuju
KBRN, Mamuju : BPJS Kesehatan terus memperluas pemerataan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ke seluruh pelosok Indonesia, termasuk wilayah pedalaman dan perbatasan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyebut, hingga akhir 2024 jumlah peserta JKN mencapai 278,1 juta jiwa atau 98,45 persen dari total penduduk Indonesia. Sebanyak 35 provinsi dan 473 kabupaten/kota telah mencapai Universal Health Coverage (UHC).
Untuk menjangkau masyarakat di wilayah sulit, BPJS Kesehatan menghadirkan layanan BPJS Keliling di 37.858 titik, membuka layanan satu atap di Mal Pelayanan Publik pada 227 lokasi, serta mengoptimalkan kanal layanan digital seperti Mobile JKN, PANDAWA, dan video conference melalui Zoom.
“Layanan telekonsultasi kini telah digunakan 17,2 juta peserta. Ini menjadi bukti bahwa peserta JKN dapat mengakses layanan kesehatan dengan lebih mudah,” ujar Ghufron dalam Public Expose BPJS Kesehatan Tahun 2024, Senin (14/7/2025).
Kerja sama dengan fasilitas kesehatan juga meningkat. Jumlah FKTP naik 28 persen dan rumah sakit mitra meningkat 88 persen dalam 10 tahun terakhir. BPJS Kesehatan juga menjangkau daerah minim fasilitas kesehatan dengan rumah sakit apung, pengiriman tenaga medis, dan kemitraan khusus di wilayah seperti Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur.
Selain itu, enam janji layanan JKN ditegaskan, antara lain cukup menggunakan KTP/NIK, tanpa fotokopi, tanpa iur biaya, serta jaminan pelayanan yang ramah dan bebas diskriminasi.
Dari sisi tata kelola, BPJS Kesehatan kembali meraih opini Wajar Tanpa Modifikasian selama 11 tahun berturut-turut, dengan aset bersih Dana Jaminan Sosial mencapai Rp49,52 triliun dan rasio klaim sebesar 3,6 kali.
Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Abdul Kadir, menyebut capaian tersebut mencerminkan kepercayaan publik dan menjadi tonggak penting menuju maturitas Program JKN.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....