Kisah Penyiar RRI: Dari Cleaning Servis ke Penyiar
- 27 Mei 2025 18:06 WIB
- Mamuju
KBRN, Mamuju: Nama Nasrandi, S.Pd., kini dikenal sebagai salah satu penyiar di RRI Mamuju. Namun, siapa sangka di balik suara tenang dan penuh percaya diri yang terdengar di udara, ada perjalanan panjang dan berliku yang ia lalui.
Randdy, begitu sapaannya di udara, Lahir di Ujung Pandang (sekarang Makassar), 9 Januari 1990, pria yang merupakan anak kedua dari tiga bersaudara ini telah mencicipi beragam profesi sebelum akhirnya menemukan panggilannya di dunia penyiaran.
Riwayat pendidikannya dimulai dari SDN Inpres Bung, dilanjutkan ke SMPN 23 Makassar, lalu SMK Komputer Mutiara Ilmu Makassar (2005–2008), dan akhirnya menamatkan kuliah di Universitas Muhammadiyah Makassar pada 2012.

Randdy (kedua dari kiri) saat melakukan study tour ke Kajang Hitam, Kab. Bulukumba, Sulsel yang dilaksanakan Universitas Muhammadiyah Makassar pada 2011 silam. (Foto: Dok. Randdy)
Usai kuliah, Nasrandi memulai kariernya sebagai cleaning servis dan admin di Miliana Education Center, Makassar. “Yang unik waktu di Miliana, saya itu kerjakan dua tugas sekaligus, bersih-bersih setelah Shalat Subuh, setelah itu lanjut tugas sebagai admin sekolah,” kenangnya.
Ia lalu menjajal dunia keuangan sebagai staf marketing sekaligus broker di perusahaan pialang Millenium Penata Futures. Namun, pengalaman di sana meninggalkan pelajaran berharga.

Kantor perusahaan Pialang, Millenium Penata Futures di Kota Makassar. (Foto: Dok. Google)
“Saat saya bekerja di Millenium Penata Futures, itu kan semacam perusahaan pialang, melayani orang yang mau trading, dan saya broker-nya waktu itu. Saat itu saya terlilit masalah yang fatal dan parah bisa dibilang begitu, yang akhirnya karena itu saya resign dari sana, setelah masalah clear,” ungkapnya.
Setelahnya, Randdy mengalami masa sulit. “Di situ saya merasa jatuh sejatuh-jatuhnya. Saya sampai tidak bekerja selama berbulan-bulan,” ujarnya dengan suara lirih.

Nasrandi (Randdy) kini bekerja secara profesional sebagai penyiar di Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Mamuju, Sulawesi Barat. (Foto: Dok. Randdy)
Namun, ia tidak menyerah. Randdy kembali bangkit, sempat menjadi staf di SMK Tri Tunggal 45 Makassar, petugas SPBU, hingga debt collector di Gowa. Ketekunan dan semangatnya membawanya ke dunia siaran di RRI Mamuju, tempat ia kini menyalurkan kreativitas dan menginspirasi banyak orang.
“Saya sudah bekerja di mana-mana dan semuanya punya tantangan masing-masing,” ujarnya. “Yang penting kita selalu mau belajar hal baru dan paling penting selalu bersyukur sama Allah, karena apa yang Allah berikan pada kita, yakin itu yang paling baik buat kita,” tutupnya.
Baca juga:
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....