Food Trading: Tradisi Menginjak Anggur dengan Kaki dalam Pembuatan Wine
- 21 Jul 2026 07:21 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Salah satu tradisi paling ikonik dalam dunia food trading dan industri wine adalah proses menginjak buah anggur dengan kaki, atau yang dikenal sebagai grape stomping.
Metode ini telah dilakukan selama ribuan tahun, jauh sebelum mesin pemeras anggur modern ditemukan.
Pada proses tradisional, anggur yang baru dipanen dimasukkan ke dalam wadah besar dari batu atau kayu.
Beberapa orang kemudian menginjak-injak buah anggur dengan kaki telanjang secara perlahan. Tujuannya adalah memecahkan kulit anggur agar sari buah keluar, tanpa menghancurkan bijinya.
Hal ini penting karena biji yang pecah dapat menghasilkan rasa pahit pada wine.
Setelah sari anggur terkumpul, cairan tersebut dipindahkan ke wadah fermentasi.
Ragi alami yang terdapat pada kulit anggur, atau ragi yang ditambahkan, akan mengubah gula alami menjadi alkohol.
Proses fermentasi ini dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu, kemudian wine akan disimpan untuk proses pematangan sebelum akhirnya dikemas.
Meski masih dipraktikkan sebagai bagian dari tradisi dan atraksi wisata di beberapa daerah penghasil wine, seperti di Portugal dan sebagian wilayah Spanyol, metode menginjak anggur dengan kaki kini sudah jarang digunakan untuk produksi komersial berskala besar.
Industri modern lebih banyak menggunakan mesin pemeras yang dinilai lebih efisien, higienis, dan mampu menjaga kualitas produk secara konsisten.
Tradisi ini tetap menjadi simbol warisan budaya dalam pembuatan wine, sekaligus menunjukkan bagaimana teknik sederhana yang diwariskan dari generasi ke generasi telah menjadi bagian penting dari sejarah industri pangan dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....