Asal-Usul Kue Lidah Kucing, Kue Klasik Warisan Zaman Kolonial
- 17 Mar 2026 06:34 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju – Selain Nastar, kue lidah kucing juga merupakan salah satu kue kering yang hampir selalu hadir di meja tamu saat perayaan Hari Raya Idulfitri, namun di balik rasanya yang manis dan ringan, kue lidah kucing ternyata memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan masa kolonial di Indonesia.
Secara historis, kue lidah kucing dipercaya berasal dari Eropa, khususnya dari Belanda. Kue ini terinspirasi dari kue bernama Kattentong, yang secara harfiah berarti “lidah kucing” dalam bahasa Belanda.
Nama tersebut merujuk pada bentuk kuenya yang tipis dan memanjang, menyerupai lidah kucing. Di Eropa, kue ini biasanya disajikan sebagai pendamping teh atau kopi.
Ketika bangsa Belanda datang dan menetap di Indonesia pada masa kolonial, mereka juga membawa berbagai tradisi kuliner dari negeri asalnya, salah satunya adalah kue Kattentong yang kemudian dikenal oleh masyarakat lokal sebagai kue lidah kucing.
Awalnya, kue ini hanya disajikan di kalangan keluarga Belanda atau masyarakat kelas atas pada masa itu.
Seiring berjalannya waktu, resep kue lidah kucing mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Banyak keluarga kemudian mengadaptasi resep tersebut dengan bahan-bahan yang tersedia di dapur rumah tangga.
Perlahan-lahan, kue ini menjadi semakin populer dan tidak lagi terbatas pada kalangan tertentu.
Kini, aneka ragam inovasi kue lidah kucing sudah banyak ditemukan di tengah masyarakat. Jika dulu hanya memiliki rasa asli yang manis dan gurih dari mentega, kini kue lidah kucing hadir dalam berbagai variasi rasa seperti cokelat, keju, pandan, hingga rainbow.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....