Mitos Aturan 5 Detik Makanan Jatuh, Ini Fakta Ilmiahnya

  • 29 Sep 2026 08:30 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju – Kepercayaan populer yang menyebut makanan jatuh masih aman dimakan asal diambil dalam lima detik ternyata hanya mitos. Bakteri terbukti bisa berpindah ke makanan hanya dalam hitungan sepersekian detik.

Berbagai penelitian mikrobiologi selama dua dekade terakhir menunjukkan aturan lima detik tidak memiliki dasar ilmiah kuat. Perpindahan bakteri terjadi hampir seketika saat makanan menyentuh permukaan.

Faktor utama yang menentukan tingkat kontaminasi bukanlah kecepatan mengambil makanan. Kelembapan makanan dan jenis permukaan tempat makanan jatuh justru jadi penentu utama jumlah bakteri yang berpindah.

Bakteri seperti Salmonella bahkan dapat menempel pada makanan dalam waktu kurang dari lima detik. Semakin lembap permukaan makanan, semakin besar pula risiko bakteri berpindah dengan cepat.

Waktu kontak memang tetap berpengaruh terhadap jumlah bakteri yang berpindah ke makanan. Namun durasi tersebut bukan satu-satunya faktor penentu keamanan makanan yang jatuh ke lantai.

Berdasarkan prinsip keamanan pangan, makanan siap santap yang telah jatuh ke lantai sebaiknya tidak dikonsumsi kembali. Risiko kontaminasi tidak dapat dipastikan, terutama jika makanan tidak dipanaskan ulang.

Sejumlah ahli menyebut aturan lima detik lebih tepat disebut sebagai pembenaran psikologis. Kebiasaan ini lahir dari keinginan tetap menikmati makanan yang terlanjur jatuh, bukan fakta medis.

Penelitian dari Indonesia maupun luar negeri memberikan kesimpulan seragam soal aturan ini. Keputusan mengonsumsi makanan yang jatuh sebaiknya didasarkan pada prinsip keamanan pangan, bukan hitungan detik semata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....