Pertolongan Pertama pada Panic Attack

  • 09 Sep 2026 13:03 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Serangan panik (panic attack) adalah gelombang ketakutan atau kecemasan intens yang datang secara tiba-tiba tanpa ancaman nyata yang jelas. Kondisi ini sering kali memicu respons fisik yang hebat, seperti jantung berdebar kencang, sesak napas, pusing, hingga sensasi seolah-olah sedang kehilangan kendali atau mengalami serangan jantung.

Tanpa pemahaman yang tepat, orang yang mengalami maupun orang di sekitarnya sering kali merasa bingung dan panik. Oleh karena itu, edukasi mengenai langkah penanganan awal baik secara psikologis maupun medis sangat penting untuk meredakan gelombang kecemasan ini secara efektif.

  • Langkah Psikologis Saat Mengalami: Gunakan teknik pernapasan lambat (box breathing) dan fokus pada pertapakan fisik (grounding).

    Penjelasan: Saat serangan terjadi, tubuh secara otomatis masuk ke mode fight-or-flight yang memicu hiperventilasi (napas cepat dan dangkal). Kamu dapat melambatkan napas dengan menarik napas 4 detik, menahannya 4 detik, dan menghembuskannya perlahan 4 detik.

    Selain itu, terapkan teknik 5-4-3-2-1 grounding dengan menyebutkan lima benda yang dilihat, empat benda yang disentuh, tiga suara yang didengar, dua aroma yang dihirup, dan satu rasa yang dirasakan untuk memindahkan fokus otak dari kecemasan ke realitas sekitar.

  • Langkah Psikologis Saat Mendampingi: Hadir secara tenang, validasi perasaannya, dan hindari instruksi yang menghakimi.

    Penjelasan: Jika mendampingi seseorang yang sedang mengalami serangan panik, tetaplah tenang dan pastikan mereka berada di area yang aman serta terbuka. Katakan kalimat menenangkan seperti, "Kamu aman di sini, dan ini akan segera berlalu."

    Jangan pernah memvalidasi ketakutan mereka dengan ucapan menyuruh mereka "jangan panik" atau "ini cuma di pikiranmu saja", karena hal tersebut justru bisa memperburuk kecemasan yang dirasakan.

  • Langkah dan Evaluasi Medis: Pahami bahwa panic attack tidak berbahaya secara fisik, tetapi tetap butuh evaluasi jika berulang.

    Penjelasan: Secara medis, serangan panik biasanya mencapai puncaknya dalam waktu 10 menit dan akan mereda secara bertahap dalam 20 hingga 30 menit.

    Meskipun gejalanya terasa menakutkan, serangan panik tidak menyebabkan kerusakan organ atau kematian.

    Namun, jika ini adalah pengalaman pertama dan diikuti nyeri dada yang menjalar ke lengan atau rahang, penting untuk segera ke fasilitas kesehatan untuk memastikan gejala tersebut bukan gangguan kardiovaskular.

Memahami panic attack adalah bentuk empati dan kepedulian, baik untuk diri sendiri maupun orang lain di sekitar kita.

Dengannya, kita tidak lagi merespons kecemasan dengan kepanikan baru, melainkan dengan tindakan penanganan yang terukur dan menenangkan.

Jika serangan panik terjadi secara berulang dan mulai mengganggu aktivitas harian, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental seperti psikolog atau psikiater guna mendapatkan penanganan jangka panjang yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....