Kader Posyandu dan Guru PAUD di Onang Belajar Olah Ikan Jadi PMT Cegah Stunting
- 16 Agt 2026 09:37 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Majene – Upaya mencegah stunting tidak selalu harus dimulai dari hal yang rumit. Pemanfaatan pangan yang tersedia di sekitar masyarakat dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mendukung pemenuhan gizi anak.
Hal inilah yang dilakukan di Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, melalui kegiatan penguatan gizi keluarga dengan mengenalkan inovasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis ikan kepada kader Posyandu dan guru PAUD, Sabtu 15 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti demo masak dan mempraktikkan langsung pengolahan ikan menjadi beberapa menu yang lebih menarik untuk anak, yakni spring roll ikan, tahu bakso ikan, dan fish cake.
Ikan dipilih karena merupakan salah satu sumber protein hewaniyang dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui pengolahan yang lebih kreatif, ikan yang biasanya disajikan sebagai lauk dapat diubah menjadi berbagai menu yang lebih beragam dan menarik sebagai alternatif PMT.
Ketua kegiatan, Diesna Sari, dosen Program Studi S1 Gizi Universitas Sulawesi Barat, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mengenalkan menu baru, tetapi juga memberikan keterampilan praktis kepada kader Posyandu dan guru PAUD.
“Kami ingin memperkenalkan bahwa ikan bisa diolah menjadi berbagai makanan yang menarik untuk anak, tidak hanya sebagai lauk. Melalui kegiatan ini, kader dan guru PAUD bisamendapatkan keterampilan yang dapat mendukung kegiatan PMT dan edukasi gizi di masyarakat,” kata Diesna.
Menurutnya, pemanfaatan pangan lokal menjadi salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk mendukung pemenuhan gizi anak. Keterlibatan kader Posyandu dan guru PAUD juga penting karena mereka berada dekat dengan kegiatan pelayanan dan pendidikan anak di tingkat desa.
Salah satu peserta kegiatan, Ibu Rasmianti, kader Posyandu Desa Onang, mengaku mendapatkan pengalaman baru dari kegiatan tersebut.
“Biasanya ikan kami olah sebagai lauk. Setelah mengikuti demo masak ini, ternyata bisa dibuat menjadi spring roll, tahu bakso, dan fish cake. Cara pengolahannya juga cukup mudah dan bisa menjadi pilihan makanan yang lebih menarik untuk anak,” ujarnya.
Selain keterampilan mengolah ikan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan layanan Posyandu Holistik Integratif di Desa Onang. Kader Posyandu dan guru PAUD diharapkan semakin memiliki bekal untuk mendukung edukasi mengenai pangan dan gizi anak.
Program ini merupakan bagian dari Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didukung DPPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2025 dan dilaksanakan oleh tim Program Studi S1 Gizi Universitas Sulawesi Barat.
Melalui kegiatan sederhana berbasis pangan lokal ini, masyarakat diajak melihat bahwa ikan dapat diolah menjadimakanan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga memiliki bentukdan cita rasa yang lebih menarik bagi anak.
Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif PMT sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting melalui penguatan keterampilan kader Posyandu dan guru PAUD di Desa Onang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....