Ciri-Ciri Penyakit Gula yang Sering Tidak Disadari

  • 06 Agt 2026 14:44 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Diabetes melitus atau penyakit gula merupakan salah satu penyakit tidak menular yang terus mengalami peningkatan di Indonesia. Berdasarkan pedoman Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) dan berbagai jurnal kesehatan di Indonesia, banyak penderita baru mengetahui dirinya mengidap diabetes setelah mengalami komplikasi. Hal ini terjadi karena peningkatan kadar gula darah sering berlangsung secara perlahan tanpa menimbulkan gejala yang mencolok. Oleh sebab itu, mengenali tanda-tanda awal diabetes menjadi langkah penting agar penyakit dapat dideteksi dan ditangani sejak dini.

Beberapa ciri penyakit gula yang sering tidak disadari antara lain:

  • Sering merasa haus (polidipsia)
    Kadar gula darah yang tinggi membuat tubuh kehilangan banyak cairan melalui urine. Akibatnya, tubuh menjadi lebih cepat haus meskipun sudah cukup minum.
  • Lebih sering buang air kecil (poliuria)
    Ginjal bekerja lebih keras untuk mengeluarkan kelebihan gula melalui urine. Kondisi ini menyebabkan frekuensi buang air kecil meningkat, terutama pada malam hari.
  • Mudah lapar (polifagia)
    Walaupun sudah makan, tubuh tetap merasa lapar karena glukosa tidak dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber energi akibat gangguan kerja insulin.
  • Cepat lelah dan tubuh terasa lemas
    Sel-sel tubuh kekurangan energi karena glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel. Akibatnya, penderita mudah lelah meski tidak melakukan aktivitas berat.
  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas
    Ketika tubuh tidak memperoleh energi dari glukosa, cadangan lemak dan otot mulai digunakan sebagai sumber energi sehingga berat badan dapat menurun tanpa menjalani program diet.
  • Luka sulit sembuh
    Tingginya kadar gula darah dapat mengganggu aliran darah dan memperlambat proses penyembuhan luka. Bahkan luka kecil sekalipun dapat membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.
  • Sering mengalami infeksi
    Penderita diabetes lebih rentan mengalami infeksi, seperti infeksi kulit, infeksi saluran kemih, atau infeksi jamur, karena daya tahan tubuh cenderung menurun.
  • Kesemutan atau baal pada tangan dan kaki
    Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf tepi sehingga menimbulkan sensasi kesemutan, mati rasa, atau rasa terbakar pada kaki dan tangan.
  • Penglihatan mulai kabur
    Perubahan kadar gula darah dapat memengaruhi lensa mata sehingga penglihatan menjadi buram. Jika tidak dikendalikan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan mata akibat diabetes.
  • Kulit terasa gatal atau lebih kering
    Diabetes dapat menyebabkan kulit kehilangan kelembapan akibat gangguan sirkulasi dan berkurangnya cairan tubuh, sehingga kulit menjadi kering, mudah gatal, atau mengalami infeksi.

Apabila mengalami satu atau beberapa gejala tersebut, terutama jika disertai faktor risiko seperti memiliki riwayat diabetes dalam keluarga, kelebihan berat badan, hipertensi, atau berusia di atas 35 tahun, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan gula darah di fasilitas kesehatan. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi serius seperti penyakit jantung, kerusakan ginjal, gangguan saraf, dan penurunan fungsi penglihatan. Selain itu, menerapkan pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, serta membatasi konsumsi gula merupakan langkah penting untuk mencegah dan mengendalikan diabetes.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....