Poltekkes Mamuju Pelopor Keperawatan Forensik Pertama Indonesia

  • 29 Jul 2026 18:38 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID , Mamuju — Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Mamuju resmi mencatatkan namanya dalam sejarah pendidikan kesehatan nasional. Kampus ini menjadi pelopor sekaligus yang pertama dan satu-satunya dari 38 Poltekkes se-Indonesia yang mendirikan Program Diploma Tiga (D3) Keperawatan Kekhususan Forensik.

Direktur Poltekkes Kemenkes Mamuju, Dr. Fajrillah Kolomboy, mengungkapkan bahwa gagasan strategis ini lahir dari kolaborasi erat bersama Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Barat.

"Ini adalah jurusan yang sangat spesifik dan kami proyeksikan menjadi role model bagi Poltekkes lain di Indonesia. Program D3 Keperawatan Forensik ini disiapkan sebagai modal krusial, terutama bagi jajaran kepolisian dalam mengoptimalkan pelayanan Dokkes," ujar Dr. Fajrillah saat diwawancarai RRI pada Rabu 29 Juli 2026.

Lahirnya program langka ini didasari oleh tingginya kebutuhan tenaga pendamping di ruang otopsi. Kasubbid Dokpol Biddokkes Polda Sulbar, AKBP dr. Mauludin salah satu sosok inisiator (founder) program ini—menjelaskan bahwa selama ini kompetensi spesifik perawat forensik hanya bisa diakses di institusi terbatas seperti Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) atau Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI).

"Mengingat kasus kriminalitas yang merenggut nyawa cukup marak, kebutuhan perawat forensik yang membantu dokter di meja otopsi sangatlah mendesak. Hadirnya jurusan ini di Poltekkes Mamuju adalah sebuah terobosan besar bagi dunia kedokteran dan investigasi kepolisian," tegas AKBP dr. Mauludin.

Guna menjamin mutu lulusannya, proses belajar-mengajar akan didukung penuh oleh para dokter forensik dari Polda Sulbar yang sarat pengalaman lapangan. Mereka bukan sekadar menguasai teori, melainkan telah teruji dalam penanganan investigasi kejahatan, identifikasi kecelakaan fatal, hingga operasi DVI (Disaster Victim Identification) pada bencana besar seperti pesawat jatuh dan tsunami.

Integrasi antara kepakaran praktisi Polri dan dukungan fasilitas laboratorium serta manikin canggih dari Poltekkes Mamuju dipastikan siap membentuk mental dan keterampilan para mahasiswa.

Terbuka untuk Anggota Polri dan Putra-Putri Daerah Selain difokuskan untuk meningkatkan kapabilitas jajaran kepolisian, program ini juga menjadi karpet merah bagi masyarakat umum yang ingin menekuni karier langka dan strategis ini.

"Sudah ada anggota Polri yang mendaftar. Namun kami sangat berharap putra-putri Mamuju dan Sulawesi Barat bisa memanfaatkan peluang emas ini untuk menjadi generasi perawat forensik generasi pertama di Indonesia," tutup AKBP dr. Mauludin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....