Tekanan Akademik, Ekonomi, dan Medsos Picu Lonjakan Masalah Kesehatan Mental
- 27 Jul 2026 15:45 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju – Mahasiswa dan remaja di berbagai kota menghadapi lonjakan masalah kesehatan mental akibat tekanan akademik, ekonomi, dan paparan media sosial yang terus meningkat.
Wakil Koordinator Nada Hati Malang, Dito Razaaq Perkasa, menyampaikan hal itu dalam Ngobras RRI Mamuju, Jumat, 24 Juli 2026. Ia menyebut kesehatan mental sebagai isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, namun sering tak terlihat.
“Ketika seorang merasa cemas, kesepian, burnout, atau kehilangan semangat hidup, respons yang muncul sering perbandingan, seperti ‘jangan lebay’ atau ‘kamu kurang bersyukur’,” ujar Dito.
Padahal, menurutnya, kesehatan mental sama nyata dan pentingnya dengan kesehatan fisik yang langsung ditangani dokter.
Dito menjelaskan, tekanan hidup remaja dan mahasiswa kini lebih kompleks dibanding tahun-tahun sebelumnya. Mereka dituntut mengejar prestasi akademik, aktif organisasi, mencari magang, memikirkan karier, sekaligus banyak yang berstatus anak rantau.
“Ironisnya, media sosial membuat kita terhubung dengan banyak orang, tetapi justru banyak orang membuat kita merasa kesepian,” katanya.
Ia mencontohkan, seseorang bisa punya ribuan followers, namun belum tentu memiliki satu orang yang benar-benar mendengar ceritanya.
Nada Hati hadir sebagai komunitas yang menjadi ruang awal bagi remaja dan mahasiswa untuk bercerita sebelum ke profesional. Dito menegaskan, dukungan emosional tidak selalu berarti memberi solusi, tetapi kehadiran dan kesediaan mendengar adalah bentuk pertolongan penting.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....