Rambut Beruban ternyata Bisa Jadi “Alarm” Tubuh? Ini Penjelasannya
- 27 Mei 2026 07:05 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Selama ini rambut beruban identik dengan bertambahnya usia. Namun, sebuah penjelasan menarik yang dibagikan akun Instagram @adamprabata menyebut bahwa uban kemungkinan bukan sekadar tanda penuaan, melainkan juga bagian dari mekanisme pertahanan tubuh terhadap kanker kulit.
Dalam unggahannya, dijelaskan bahwa warna rambut berasal dari stem cell melanosit yang berada di folikel rambut.
Sel-sel ini berfungsi memproduksi melanin, pigmen yang membuat rambut memiliki warna hitam, cokelat, maupun warna lainnya.
Menurut penjelasan tersebut, stem cell melanosit ternyata sangat sensitif terhadap kerusakan DNA.
Sementara itu, kerusakan DNA sendiri diketahui menjadi salah satu faktor utama munculnya kanker.
Ketika terjadi kerusakan DNA, sel memiliki dua kemungkinan. Pertama, terus membelah secara tidak normal yang dapat memicu kanker.
Kedua, berhenti membelah dan berhenti memproduksi pigmen. Akibatnya, rambut kehilangan warna dan berubah menjadi putih atau uban.
Penelitian ini memberikan sudut pandang baru tentang munculnya uban. Dalam unggahan itu juga dijelaskan bahwa uban bisa dianggap sebagai bentuk “trade-off” tubuh.
Artinya, tubuh memilih menghentikan produksi pigmen dibanding membiarkan sel berkembang menjadi tumor ganas.
Meski begitu, penelitian yang dibahas masih dilakukan pada tikus dan belum sepenuhnya terbukti pada manusia.
Karena itu, temuan ini masih membutuhkan penelitian lanjutan agar bisa dipastikan lebih akurat secara medis.
Buat anak muda, munculnya uban di usia muda memang sering bikin panik. Tapi dari penjelasan ini, uban ternyata tidak selalu identik dengan “menua”.
Bisa jadi, tubuh sedang menunjukkan proses biologis yang jauh lebih kompleks dari yang kita kira.
Sumber informasi: unggahan Instagram @adamprabata
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....