Ancaman Penyakit akibat Hewan Pengerat
- 08 Mei 2026 12:38 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju – Hewan pengerat seperti tikus sering dianggap sebagai hama biasa yang mengganggu lingkungan rumah maupun tempat usaha, namun tikus ternyata dapat menjadi sumber berbagai penyakit berbahaya yang mengancam kesehatan manusia, seperti Hantavirus yang saat ini sedang ramai dibicarakan.
Kondisi lingkungan yang kotor, banyak sampah, saluran air tersumbat, hingga genangan air menjadi tempat yang ideal bagi tikus berkembang biak.
Beberapa penyakit yang dapat ditularkan oleh hewan pengerat seperti tikus antara lain leptospirosis, hantavirus, hingga pes.
Penularan penyakit dari hewan pengerat satu ini biasanya terjadi bisa melalui urine, kotoran, air liur maupun gigitan tikus. Bahkan, seseorang dapat tertular saat membersihkan area yang terkontaminasi tanpa menggunakan pelindung diri.
Gejala penyakit akibat hewan pengerat umumnya diawali dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, hingga gangguan pernapasan pada kondisi yang lebih serius.
Risiko penyebaran penyakit yang diakibatkan oleh tikus cenderung meningkat saat musim penghujan ataupun perubahan cuaca ekstrem seperti yang kerap kali terjadi di beberapa wilayah belakangan ini.
Banjir dan lingkungan lembap membuat tikus lebih mudah masuk ke rumah dan permukiman warga. Oleh sebab itu, menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran penyakit.
Pencegahan dapat dilakukan dengan rutin membersihkan rumah, membuang sampah pada tempatnya, menutup saluran atau lubang yang menjadi akses masuk tikus, serta menyimpan makanan di tempat tertutup.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan menggunakan sarung tangan dan masker saat membersihkan area yang diduga terkontaminasi kotoran tikus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....