Batas Aman Paparan Sinar UV bagi Tubuh Ini Penjelasan dari Perspektif Kesehatan
- 07 Apr 2026 14:40 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari memiliki peran penting bagi tubuh, terutama dalam membantu produksi vitamin D yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang.
Namun, paparan yang berlebihan justru dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk memahami batas aman paparan sinar UV agar manfaatnya dapat diperoleh tanpa menimbulkan dampak negatif.
Sinar UV sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, yakni UVA dan UVB yang paling sering mencapai permukaan bumi. Dalam jumlah yang wajar, sinar UVB membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami.
Namun, paparan berlebih dapat merusak jaringan kulit, mempercepat penuaan dini, hingga meningkatkan risiko kanker kulit.
Hal ini sejalan dengan temuan dari World Health Organization yang menyebutkan bahwa paparan sinar UV berlebih merupakan faktor utama risiko gangguan kulit.
Batas aman paparan sinar UV sebenarnya bervariasi tergantung kondisi kulit, lokasi geografis, serta waktu paparan.
Secara umum, beberapa penelitian kesehatan menyarankan paparan sinar matahari selama sekitar 10 hingga 15 menit pada pagi hari sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin D harian.
Jurnal kesehatan yang dipublikasikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menekankan pentingnya paparan sinar matahari pagi sebelum pukul 10.00 sebagai waktu yang relatif aman.
Namun demikian, paparan yang terlalu lama tanpa perlindungan dapat menyebabkan kulit terbakar (sunburn), iritasi, hingga kerusakan sel kulit.
Risiko ini akan meningkat jika seseorang berada di bawah sinar matahari langsung dalam waktu lama, terutama pada siang hari ketika intensitas UV mencapai puncaknya.
Oleh karena itu, penggunaan pelindung seperti tabir surya, pakaian tertutup, dan topi sangat dianjurkan saat beraktivitas di luar ruangan.
Dengan memahami batas aman paparan sinar UV, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam memanfaatkan sinar matahari untuk kesehatan.
Keseimbangan antara kebutuhan tubuh dan perlindungan diri menjadi kunci utama agar manfaat sinar UV dapat dirasakan tanpa menimbulkan risiko.
Edukasi mengenai hal ini penting untuk terus disosialisasikan guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kulit dan tubuh secara keseluruhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....