Mengatur Nafsu Makan: Rahasia di Balik Lapar dan Kenyang

  • 28 Feb 2026 20:36 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Rasa lapar tidak hanya dipengaruhi oleh perut yang kosong, tapi juga oleh sinyal-sinyal kimia di otak. Leptin, hormon yang dihasilkan oleh lemak, bertugas memberi tahu otak bahwa energi tubuh sudah cukup.

Namun, pada orang obesitas, leptin tidak dapat berfungsi dengan baik, sehingga sinyal kenyang tidak terbaca oleh otak. Di sisi lain, hormon ghrelin memicu rasa lapar. Kurang tidur, stres, dan pola makan tidak teratur dapat membuat sinyal lapar ini makin kuat.

Makanan tinggi gula dan lemak juga dapat merangsang pusat kesenangan di otak, membuat kita ingin makan lebih banyak. Ketika orang gemuk terlihat makin besar nafsu makannya, itu bukan karena mereka tidak memiliki niat menahan diri.

Ada gangguan komunikasi antara lemak, hormon, dan otak. Bulan Ramadhan dapat menjadi kesempatan untuk merefleksikan pola makan kita dan memperbaiki hubungan dengan makanan. Puasa intermiten dapat membantu memperbaiki sensitivitas insulin dan regulasi berat badan jika dilakukan dengan pola makan yang seimbang saat berbuka dan sahur.

Olahraga ringan menjelang berbuka juga dapat membantu meningkatkan penggunaan lemak sebagai sumber energi. Namun, hasilnya tidak otomatis. Jika setelah berbuka kita makan berlebihan, manfaatnya bisa hilang.

Ramadhan dapat menjadi latihan mengatur nafsu, bukan hanya nafsu makan, tapi juga kebiasaan. Kita harus memberi kesempatan pada sistem tubuh yang rumit ini untuk kembali seimbang. Semoga bulan puasa ini bukan hanya menahan lapar beberapa jam, tapi juga membantu kita menata ulang hubungan dengan makanan dan mengurangi beban lemak yang tidak perlu.

Dengan demikian, kita dapat mencapai keseimbangan yang lebih baik antara tubuh dan jiwa.

Tips untuk Mengatur Nafsu Makan

- Makanlah dengan teratur dan seimbang - Hindari makanan tinggi gula dan lemak - Olahraga ringan menjelang berbuka - Berikan kesempatan pada tubuh untuk beristirahat dan pulih - Refleksikan pola makan kita dan perbaiki hubungan dengan makanan.

Dengan mengikuti tips di atas, kita dapat mengatur nafsu makan kita dan mencapai keseimbangan yang lebih baik antara tubuh dan jiwa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....