Januari 2026, Dinkes Sulbar Catat 274 Kasus TBC
- 09 Feb 2026 19:59 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju- Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus mengintensifkan upaya penemuan dan pengendalian kasus TBC. Berdasarkan capaian penemuan kasus TBC bulan Januari tahun 2026, dari enam kabupaten di Sulawesi Barat tercatat sebanyak 274 temuan kasus TBC.
Berdasarkan data tersebut, capaian penemuan kasus TBC Januari 2026 menunjukkan Kabupaten Polewali Mandar menjadi daerah dengan jumlah temuan tertinggi, yakni sebanyak 109 kasus, disusul Kabupaten Mamuju sebanyak 68 kasus, dan Kabupaten Majene sebanyak 59 kasus.
Selanjutnya, Kabupaten Mamuju Tengah mencatat 15 kasus, Kabupaten Pasangkayu 18 kasus, dan Kabupaten Mamasa sebanyak 5 kasus.
Dari sisi capaian terhadap target penemuan kasus pada Januari 2026 tercatat sebesar 7,5 persen. Berdasarkan data tersebut, hanya dua kabupaten yang berhasil melampaui target, yaitu Kabupaten Majene sebesar 9,4 persen dan Kabupaten Mamuju sebesar 8,6 persen.
Menanggapi temuan tersebut, Kepala DKPPKB Sulawesi Barat, Nursyamsi Rahim, menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat penemuan kasus dan memastikan seluruh pasien penderita TBC mendapatkan fasilitas pengobatan hingga tuntas.
“TBC merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat Pemerintah Pusat. Karena itu, Sulbar di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka berkomitmen memperkuat penemuan kasus secara aktif dan memastikan seluruh pasien mendapatkan pengobatan yang tuntas. Ini adalah bagian dari upaya kita membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter sebagaimana visi Sulbar Maju dan Sejahtera,” ujarnya.
Nursyamsi menambahkan, DKPPKB Sulbar akan memfokuskan penguatan skrining berbasis Active Case Finding (ACF), optimalisasi pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM), serta pendampingan intensif pada kabupaten dengan capaian rendah, khususnya Kabupaten Mamasa, Kabupaten Mamuju Tengah, dan Kabupaten Pasangkayu.
“Dengan deteksi dini yang kuat dan pengobatan yang tepat, kita tidak hanya menyelamatkan pasien, tetapi juga memutus rantai penularan di masyarakat. Inilah kunci untuk memastikan generasi Sulbar tumbuh sehat, produktif, dan berdaya saing,” tegasnya.
DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat terus mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung upaya eliminasi TBC di Sulawesi Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....