Penyebab Mata Rabun atau Minus

  • 23 Mei 2025 14:09 WIB
  •  Mamuju

KBRN, Mamuju Rabun jauh atau yang dikenal dengan istilah mata minus (miopia) adalah kondisi umum ketika seseorang mengalami kesulitan melihat objek yang jauh dengan jelas, tetapi masih bisa melihat benda yang dekat tanpa masalah. Kondisi ini bisa terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa, dan dapat semakin parah seiring waktu jika tidak ditangani dengan tepat.

Berikut beberapa penyebab umum mata rabun atau minus:

1. Faktor Genetik

Gen atau keturunan merupakan faktor utama. Jika salah satu atau kedua orang tua memiliki mata minus, risiko anak mengalami kondisi yang sama akan lebih tinggi. Studi menunjukkan bahwa miopia cenderung diwariskan dalam keluarga.

2. Terlalu Sering Menatap Layar atau Membaca Dekat

Kebiasaan menatap layar gadget, komputer, atau membaca buku dalam waktu lama tanpa istirahat dapat memperburuk kondisi mata. Aktivitas visual jarak dekat secara terus-menerus memberi tekanan pada otot mata, yang dalam jangka panjang bisa menyebabkan atau memperparah mata minus.

3. Kurangnya Paparan Cahaya Alami

Anak-anak yang jarang beraktivitas di luar ruangan dan kurang terpapar sinar matahari cenderung lebih berisiko mengalami miopia. Paparan cahaya alami dapat membantu memperlambat pertumbuhan bola mata yang berlebihan, salah satu penyebab utama miopia.

4. Pertumbuhan Bola Mata yang Tidak Normal

Mata minus terjadi karena bola mata tumbuh terlalu panjang dari depan ke belakang, atau kornea melengkung terlalu tajam, sehingga cahaya tidak terfokus tepat di retina, melainkan jatuh di depan retina. Hal inilah yang menyebabkan pandangan jauh menjadi kabur.

5. Kurangnya Nutrisi Mata

Makanan yang tidak mengandung cukup vitamin dan mineral penting seperti vitamin A, C, dan E, serta omega-3, dapat berdampak negatif pada kesehatan mata secara keseluruhan.

Bagaimana Mencegah dan Mengelola Mata Minus?

Lakukan pemeriksaan mata rutin, terutama bagi anak-anak dan remaja.

Istirahatkan mata setiap 20 menit saat menggunakan layar digital (aturan 20-20-20: setiap 20 menit, lihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik).

Kurangi waktu menatap layar dan perbanyak aktivitas di luar ruangan.

Gunakan pencahayaan yang cukup saat membaca atau bekerja.

Konsumsi makanan bergizi yang mendukung kesehatan mata.

Jika Anda atau anak Anda mulai mengalami gejala rabun jauh, seperti menyipitkan mata untuk melihat jelas atau sering memicingkan mata saat menonton TV, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter spesialis mata.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....