Bukan Gigi tapi Paus Memiliki Sikat Raksasa di Mulutnya
- 30 Sep 2026 21:51 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Jika kamu melihat foto close-up mulut paus yang terbuka, kamu akan melihat sesuatu yang terlihat seperti sikat raksasa, tirai berbulu yang menggantung dari rahang atas.
Banyak orang mengira itu adalah gigi. Padahal sama sekali bukan.
Itulah yang disebut Baleen, dan tanpa alat itu, hewan terbesar yang pernah hidup di bumi tidak akan bisa bertahan hidup.
1. Kenalan Dengan Paus Biru, Penguasa Sejati Samudera
Kita sedang membicarakan Paus Biru. Paus biru adalah hewan terbesar yang pernah hidup di bumi, bahkan mengalahkan semua dinosaurus.
Bayangkan ukurannya: panjangnya bisa mencapai 33 meter, setara dengan hampir 3 bus TransJakarta yang disambung. Beratnya bisa hingga 190 ton, atau setara dengan 30 gajah dewasa.
Jantungnya saja seukuran mobil kecil, dan lidahnya saja bisa seberat gajah.
Dengan tubuh sebesar itu, kamu pasti mengira dia adalah predator ganas yang memakan hiu, ikan tuna raksasa, atau hewan besar lainnya. Logikanya begitu.
Tapi inilah yang bikin makin luar biasa. Makanan utamanya justru adalah hewan terkecil di lautan: plankton dan krill. Krill itu sejenis udang kecil transparan yang panjangnya hanya sekitar 6 cm.
Bagaimana bisa raksasa 190 ton kenyang hanya dengan makan udang kecil?
2. Rahasia 70 Ton Dalam Sekali Seruput
Jawabannya ada pada sikat raksasa itu.
Saat makan, paus biru tidak menggigit. Dia membuka mulutnya selebar mungkin, hampir 90 derajat, lalu melaju ke depan menerjang gerombolan krill.
Dalam satu gerakan yang disebut lunge feeding, dia bisa menelan sekitar 70 ton air laut sekaligus dalam sekali seruput. Itu setara dengan isi satu kolam renang besar masuk ke mulutnya.
Setelah itu, dia menutup mulutnya dan mendorong air itu keluar. Nah, di sinilah baleen bekerja.
Baleen atau lembaran penyaring paus terbuat dari keratin, bahan yang sama seperti kuku dan rambut manusia.
Bentuknya seperti lempengan sisir yang berjajar ratusan, panjangnya bisa 1 meter lebih, dan di ujungnya ada serabut-serabut halus seperti rambut.
Saat air didorong keluar dengan lidahnya yang sangat kuat, airnya keluar melalui celah-celah baleen, sementara plankton dan krill yang kecil itu tertahan dan tersangkut di serabut-serabut baleen tersebut.
Setelah air habis, paus biru tinggal menjilat baleen itu dengan lidahnya dan menelan semua krill yang tersaring.
Sangat efisien. Dalam satu hari saat musim makan, seekor paus biru bisa menghabiskan hingga 4 ton krill, atau sekitar 40 juta ekor krill.
3. Petualang Samudera yang Tidak Kenal Lelah
Meski bertubuh sangat besar dan terlihat lambat, paus biru sanggup bermigrasi ribuan kilometer melintasi samudera. Mereka biasanya menghabiskan musim panas di perairan kutub yang dingin dan kaya akan krill untuk makan sebanyak-banyaknya.
Saat musim dingin tiba, mereka bermigrasi ke perairan tropis yang lebih hangat untuk mencari makan dan berkembang biak.
4. Bahkan Raksasa Pun Punya Musuh
Kamu mungkin berpikir, dengan ukuran sebesar itu, siapa yang berani mengganggu paus biru?
Ternyata ada. Musuh alaminya adalah paus pembunuh atau Orca. Pada tahun 2019, para ilmuwan di Australia menyaksikan kejadian langka.
Sekitar 20 ekor orca mengejar seekor paus biru dewasa hingga kelelahan. Mereka tidak langsung menggigit. Strategi mereka adalah terus berenang di atas paus biru, menghalanginya untuk naik ke permukaan untuk bernapas.
Setelah berjam-jam dikejar, paus biru raksasa itu akhirnya kehabisan tenaga dan mati bukan karena gigitan, tapi karena kehabisan nafas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....