Kudanil tidak Bisa Berenang tapi dia Punya Misteri Tidur di Dasar Air
- 30 Sep 2026 21:33 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Jika membayangkan hewan yang paling jago berenang, kita pasti akan menyebut kuda nil. Hidupnya di air, tubuhnya besar, dan mulutnya sering terlihat mengapung di sungai Afrika.
Tapi bagaimana jadinya kalau raksasa air seberat 3 ton ini justru tidak bisa berenang dan bisa mati tenggelam? Dan seperti inilah wujud kuda nil saat sedang tertidur lelap di dalam air.
Pemandangan itu baru-baru ini terekam jelas di sebuah akuarium. Seekor kuda nil terlihat terlelap total di dasar kolam.
Matanya terpejam, tubuhnya diam tak bergerak. Namun dari lubang hidungnya, gelembung-gelembung udara kecil terus muncul secara berkala, ia sedang bernapas dalam tidur.
Meski kuda nil bisa menahan napas cukup lama, hingga 5 menit, mereka ternyata tidak perlu benar-benar bangun untuk mengambil udara.
Ini adalah salah satu adaptasi paling menakjubkan di dunia mamalia.
Saat oksigennya mulai menipis, tubuhnya akan secara refleks naik ke permukaan. Tanpa sadar, ia menghirup udara dalam-dalam, lalu perlahan kembali tenggelam untuk melanjutkan tidurnya.
Semua terjadi secara otomatis, seperti manusia yang membalikkan badan saat tidur. Ia bisa tidur di dalam air sepanjang malam tanpa pernah tenggelam.
Sebagai salah satu mamalia darat terbesar di bumi, tubuh kuda nil memang dirancang untuk kehidupan semi-akuatik. Tubuh kuda nil bisa mencapai sekitar 5 meter panjangnya dengan berat lebih dari 3 ton.
Sebagian besar waktunya memang dihabiskan di air, berendam hingga 16 jam sehari. Tapi jangan salah, mereka bukan hewan air sejati.
Makanan utamanya justru rumput daratan. Jadi setiap hari mereka harus keluar mencari makan di darat, biasanya pada malam hari.
Dalam semalam, seekor kuda nil dewasa bisa melahap 40 kilogram rumput.
Masalahnya, kulit mereka sangat sensitif terhadap sinar matahari. Kulit kuda nil tidak memiliki kelenjar keringat sejati dan mudah terbakar.
Karena itu setelah selesai makan, mereka biasanya kembali ke air untuk mendinginkan tubuh dan melindungi kulitnya dengan cairan berminyak berwarna kemerahan yang sering disebut sebagai "keringat darah".
Dan ini fakta unik yang jarang diketahui orang: kuda nil sebenarnya tidak bisa berenang.
Berbeda dengan buaya atau berang-berang yang mengayuh air, mereka bergerak di dalam air dengan berjalan atau melompat menggunakan dasar sungai sebagai pijakan.
Kuda nil berjalan di dasar sungai seperti astronot berjalan di bulan. Dengan bobotnya yang luar biasa berat, ia tenggelam dan mendorong tubuhnya dengan kaki yang kuat.
Kalau terlalu dalam sampai kakinya tidak menyentuh dasar, kuda nil justru bisa kesulitan untuk mendorong tubuhnya naik. Di air yang terlalu dalam dan berarus deras, raksasa air ini justru berada dalam bahaya besar, tenggelam sampai mati.
Inilah ironi alam: hewan yang dijuluki raksasa sungai, mati karena tidak bisa berenang di sungai itu sendiri.
Kemampuan tidur di dalam air dan berjalan di dasar sungai ini adalah bukti evolusi yang sempurna. Kuda nil tidak perlu menjadi perenang hebat.
Ia hanya perlu menjadi cukup berat untuk tenggelam, cukup pintar untuk menyimpan oksigen, dan cukup tenang untuk membiarkan refleks tubuhnya bekerja saat tertidur lelap di dalam air.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....