Waspada Hoaks, BMKG Bagikan Tiga Cara Kenali Informasi Cuaca
- 04 Sep 2026 11:10 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Prakirawan Meteorologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Tampa Padang Mamuju, Anggie Prabowo, membagikan tiga cara sederhana untuk membedakan informasi cuaca yang valid dengan hoaks di media sosial.
Anggie menjelaskan, maraknya informasi cuaca di platform seperti TikTok, Instagram, hingga grup WhatsApp keluarga membuat masyarakat perlu lebih kritis sebelum mempercayai suatu kabar. Ia menyebut tiga indikator utama yang bisa digunakan untuk memverifikasi kebenaran informasi cuaca.
Ia menekankan pentingnya memeriksa sumber informasi sebagai langkah pertama sebelum mempercayai kabar cuaca yang beredar.
"Apakah sumbernya terpercaya, misal kalau dari kami itu, apakah kami mengeluarkan statement informasi atau perkiraan cuaca dari akun resmi kami atau mungkin dari info BMKG," ujar Anggie, dalam dialog tanggap bencana di RRI Mamuju, Rabu, 2 September 2026.
Menurutnya, informasi resmi BMKG biasanya disampaikan dalam bentuk surat atau poster resmi lengkap dengan penjelasan detail di bagian caption. Sebaliknya, informasi hoaks umumnya hanya berupa postingan teks singkat tanpa dokumen pendukung resmi.
Indikator kedua yang disebutkan Anggie adalah gaya bahasa yang digunakan dalam menyampaikan informasi cuaca kepada masyarakat luas.
"Bahasa biasanya kalau dari sumber-sumber yang terpercaya itu bahasanya menenangkan, kalau yang hoax biasanya dia cenderung menakut-nakuti," kata Anggie.
Ia mencontohkan kabar hoaks yang kerap menyebar seperti klaim akan terjadi tsunami tanpa dasar ilmiah, yang berpotensi memicu kepanikan massal di masyarakat. Kepanikan semacam ini disebutnya justru berbahaya jika membuat warga meninggalkan rumah secara serentak.
Indikator ketiga, lanjut Anggie, adalah kelengkapan informasi berupa tanggal dan lokasi kejadian yang jelas dalam setiap kabar cuaca resmi. Informasi hoaks umumnya tidak mencantumkan detail tanggal dan lokasi secara spesifik dan akurat.
BMKG mengimbau masyarakat menyaring informasi terlebih dahulu sebelum menyebarkannya ke grup keluarga maupun media sosial pribadi. Warga yang mengetahui informasi hoaks diminta segera meluruskannya dengan fakta resmi agar tidak menyebar lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....