Prof. Sugiyono, Sosok di Balik Jutaan Skripsi Mahasiswa Indonesia
- 02 Jun 2026 14:20 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Bagi mahasiswa Indonesia, terutama yang pernah menyusun skripsi, tesis atau disertasi, nama Prof. Sugiyono tentu bukan sosok yang asing.
Bahkan, bisa dibilang namanya menjadi salah satu yang paling sering muncul di daftar pustaka karya ilmiah dari berbagai kampus di Indonesia.
Melalui buku-buku metodologi penelitian yang ditulisnya, Prof. Sugiyono telah membantu jutaan mahasiswa memahami dunia riset dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami.
Tak heran jika karyanya menjadi rujukan lintas disiplin ilmu, mulai dari pendidikan, ekonomi, bisnis, kesehatan, komunikasi hingga pariwisata.
Menurut data yang ditampilkan dalam unggahan akun Instagram @mental_juara.id, hingga Mei 2026 karya Prof. Sugiyono telah dikutip lebih dari 50 ribu kali di Google Scholar.
Angka tersebut menunjukkan besarnya pengaruh pemikirannya dalam dunia akademik Indonesia.
Yang menarik, Prof. Sugiyono ternyata bukan berasal dari latar belakang pendidikan metodologi penelitian. Ia merupakan lulusan Teknik Mesin.
Namun dari pengalamannya, ia melihat banyak mahasiswa kesulitan menemukan panduan penelitian yang praktis dan mudah dipahami.
Dari situlah lahir berbagai buku metodologi penelitian yang kemudian menjadi pegangan mahasiswa dari Sabang sampai Merauke.
Tak hanya produktif menulis, Prof. Sugiyono juga dikenal sebagai pembicara dan akademisi yang aktif berbagi ilmu.
Tercatat ia telah menerbitkan sekitar 25 buku, dengan sebagian besar membahas metodologi penelitian dan statistika.
Salah satu bukunya bahkan menjadi karya yang paling banyak dikutip oleh para peneliti dan mahasiswa di Indonesia.
Prestasinya pun mendapat pengakuan luas. Ia pernah meraih beberapa rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI), di antaranya sebagai penulis buku metodologi penelitian terbanyak dan salah satu narasumber webinar dengan peserta terbanyak.
Namun kisah Prof. Sugiyono tidak hanya tentang buku dan angka sitasi. Dalam unggahan tersebut juga disebutkan bahwa sebagian royalti dari hasil penjualan bukunya disisihkan untuk membangun masjid di kampung halamannya di Desa Cindaga, Banyumas. Sebuah bentuk kontribusi yang menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Bagi banyak mahasiswa, Prof. Sugiyono mungkin hanya sebuah nama yang tertulis di halaman daftar pustaka. Namun di balik itu, ada sosok pendidik yang telah membantu generasi demi generasi memahami cara melakukan penelitian dengan lebih baik.
Seperti kutipan yang dikaitkan dengannya dalam unggahan tersebut:
"Yang dibawa mati tiga hal; amal jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang saleh. Saya mencoba memenuhi ketiganya."
Kalimat itu seolah menggambarkan perjalanan hidup seorang akademisi yang memilih meninggalkan jejak melalui ilmu yang terus digunakan dan diwariskan kepada banyak orang.
Sumber: Unggahan Instagram @mental_juara.id
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....