MIWF 2026 Angkat Tema “re-co-ordinate” di Fort Rotterdam

  • 25 Mei 2026 08:35 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Makassar International Writers Festival 2026 kembali digelar di Fort Rotterdam pada 14–17 Mei 2026. Festival sastra internasional yang menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Indonesia Timur ini hadir dengan mengusung tema “re-co-ordinate”.

Melalui tema tersebut, penyelenggara mengajak masyarakat untuk melihat kembali hubungan manusia dengan sejarah, budaya, politik, hingga kondisi sosial yang tengah dihadapi dunia saat ini. Konsep “re-co-ordinate” menjadi seruan kolektif untuk mempertanyakan ulang koordinat kehidupan yang diwarisi, sekaligus membaca kembali berbagai struktur dominasi yang dinilai membentuk bahkan merusak tatanan sosial.

Dalam penjelasan resmi festival, tema tahun ini menyoroti berbagai multikrisis global yang tidak hanya dipandang sebagai kegagalan kebijakan, tetapi juga kegagalan koordinasi antarmanusia dan lingkungan.

Isu krisis iklim, ekosida, homogenisasi budaya, hingga perubahan batas politik menjadi bagian penting dalam diskusi yang akan berlangsung selama festival.

Penyelenggara menilai bahwa setiap individu, komunitas, hingga bangsa memiliki keterkaitan satu sama lain. Karena itu, MIWF 2026 mendorong lahirnya ruang refleksi bersama mengenai solidaritas, praktik reparatif kolektif, hingga keadilan yang tidak hanya berpusat pada manusia, tetapi juga kehidupan secara menyeluruh.

Selain menghadirkan diskusi sastra dan kebudayaan, festival ini juga akan diramaikan dengan berbagai forum publik, pembacaan karya, pertunjukan seni dan pertemuan komunitas kreatif dari berbagai daerah maupun negara.

Pada penyelenggaraan tahun ini, pihak festival juga memperkenalkan M. Aan Mansyur sebagai Direktur MIWF 2026.

Sosok penyair dan penulis asal Makassar tersebut dipercaya memimpin festival untuk membawa arah baru dalam perkembangan sastra dan literasi di kawasan Indonesia Timur.

Penyelenggara menyebut pemilihan M. Aan Mansyur didasarkan pada dedikasinya terhadap dunia sastra serta visinya dalam memperluas ruang literasi yang inklusif dan inspiratif.

Kehadirannya diharapkan mampu membuka kemungkinan baru bagi perkembangan festival di masa mendatang.

Dengan latar sejarah Fort Rotterdam, MIWF 2026 diproyeksikan kembali menjadi ruang bertemunya gagasan, karya, dan percakapan lintas budaya.

Festival ini sekaligus menjadi pengingat bahwa sastra tidak hanya berbicara soal tulisan, tetapi juga tentang cara manusia memahami dunia dan masa depannya bersama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....