Pemangku Kebijakan Sulbar Diminta Pakai Kacamata Gender
- 23 Feb 2026 19:56 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Founder EmpowHerWomen, Sriwiyata Ismail, mendesak pemangku kebijakan di dunia pendidikan dan kerja Sulawesi Barat memiliki kesadaran gender yang kuat.
Hal itu ia sampaikan dalam dialog Majalah Udara Pengarusutamaan Gender di RRI Mamuju, Senin, 23 Februari 2026, yang membahas beban ganda perempuan. Sriwiyata menilai banyak keputusan masih dibuat tanpa mempertimbangkan ketimpangan peran yang merugikan perempuan di rumah tangga maupun ruang publik.
“Di dalam dunia kerja atau di dalam dunia pendidikan, kuncinya adalah bagaimana para pemangku kepentingan ini memiliki yang namanya kesadaran gender,” ujarnya.
Menurutnya, kesadaran tersebut harus didukung penggunaan “kacamata gender” dalam membaca data dan realitas sehari-hari. Dengan cara itu, pengambil kebijakan bisa melihat jelas adanya ketidaksetaraan dan memahami bahwa perempuan menjadi pihak yang paling dirugikan.
“Oh nih, saya sudah bisa lihat dengan jelas bahwa ada ketidaksetaraan berdasarkan data, berdasarkan keadaan yang dia alami dan hadapi,” kata Sriwiyata.
Setelah memiliki kacamata gender, lanjutnya, pemimpin di sektor pendidikan dan kerja wajib mengambil langkah afirmatif. Kebijakan netral atau status quo dinilai hanya akan mempertahankan ketimpangan, bahkan berpotensi semakin melemahkan posisi perempuan.
Sriwiyata mengingatkan, tanpa kebijakan progresif yang berperspektif gender, perempuan akan terus termarginalisasi dan kebutuhan mereka diabaikan. Ia menegaskan kesetaraan gender seperti di negara maju hanya akan menjadi mimpi panjang bila Sulbar tidak segera mengubah cara pandang dan praktik kebijakannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....