Pelatihan Guru Non-PLB SLB Masih Minim di Sulawesi Barat

  • 14 Feb 2026 15:35 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Pelatihan bagi guru Sekolah Luar Biasa (SLB), khususnya yang berlatar belakang non-Pendidikan Luar Biasa (non-PLB) masih sangat minim dilaksanakan di Tulawesi Barat. Hal ini disampaikan Guru Keterampilan Tata Busana SLBN Mapili, Nailah Muslim dalam Dialog Ruang Disabilitas dan Inklusi RRI Mamuju, Sabtu, 14 Februari 2026.

Ia mengungkapkan banyak guru SLB di Sulawesi Barat datang dari jurusan umum sehingga membutuhkan peningkatan kapasitas khusus menangani peserta didik berkebutuhan khusus.

“Kalau berbicara dukungan, kita semua butuh, apalagi saya kasusnya yang bukan dari PLB, terjun di dunia PLB itu kan PR ya, tantangan yang besar betul untuk kita sebagai guru,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah pernah menggelar pelatihan guru SLB dengan narasumber praktisi pendidikan luar biasa, namun intensitas kegiatan dinilai belum sebanding dengan kompleksitas tantangan di kelas.

“Kalau ditanya masalah pelatihan mungkin bisa lebih intensitasnya ditambah lagi,” kata Nailah, menekankan perlunya program pelatihan berkelanjutan bagi guru SLB non-PLB di daerah.

Di SLBN Mapili sendiri, dari sekitar 20 guru dan staf, hanya sebagian yang berlatar belakang PLB, sementara lainnya mengandalkan komunitas belajar internal setiap Sabtu untuk saling berbagi praktik baik.

Melalui dialog bertema “Ruang Kelas dan Cerita Inspiratif Guru tentang Pendidikan Inklusif”, RRI Mamuju menyoroti bagaimana kompetensi guru menjadi kunci keberhasilan pendidikan inklusif dan layanan bagi anak berkebutuhan khusus di Sulbar.

Penguatan pelatihan guru SLB diharapkan dapat memperbaiki kualitas pembelajaran, meningkatkan pemahaman terhadap karakteristik disabilitas, serta mendukung terwujudnya sekolah dan ruang publik yang lebih inklusif di Sulawesi Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....