Terlalu Dekat dengan Gawai, Konsentrasi Makin Menurun
- 10 Feb 2026 13:28 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Perkembangan teknologi digital yang begitu pesat membawa kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, namun di sisi lain juga memunculkan tantangan serius terhadap kemampuan konsentrasi manusia.
Penggunaan gawai yang intens, paparan notifikasi tanpa henti, serta kebiasaan berpindah-pindah aplikasi dalam waktu singkat dinilai menjadi faktor utama menurunnya daya fokus, terutama pada anak muda dan pekerja digital, kondisi ini kerap terjadi tanpa disadari karena teknologi telah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
| Baca juga: Waktu yang Tepat untuk Membaca Buku |
Gangguan konsentrasi muncul ketika otak terus-menerus dipaksa beradaptasi dengan informasi yang datang secara cepat dan simultan.
Notifikasi pesan, media sosial, dan konten singkat membuat otak terbiasa bekerja secara dangkal, sehingga sulit mempertahankan fokus dalam waktu lama. Akibatnya, aktivitas yang membutuhkan perhatian penuh seperti membaca, belajar, atau bekerja sering terasa lebih melelahkan dan tidak maksimal hasilnya.
Dampak gangguan konsentrasi ini tidak hanya dirasakan pada produktivitas, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan mental, ketidakmampuan menyelesaikan tugas dengan fokus dapat memicu stres, rasa frustrasi, dan kelelahan mental.
Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas belajar, kinerja kerja, serta memengaruhi kepercayaan diri seseorang karena merasa tidak mampu mengelola perhatian dengan baik.
Para ahli menekankan pentingnya penggunaan teknologi secara lebih bijak untuk menjaga kemampuan konsentrasi.
Mengatur waktu layar, membatasi notifikasi yang tidak penting, serta menyediakan waktu khusus tanpa gawai menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan, dengan kesadaran dan pengelolaan yang tepat, teknologi tetap dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa harus mengorbankan kesehatan mental dan kemampuan fokus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....