Loose Parts Stimulasi Kemampuan Kognitif Tingkat Tinggi Anak

  • 31 Jan 2026 17:26 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju: Lebih dari sekadar meningkatkan konsentrasi, media pembelajaran berbasis loose parts ternyata mampu menstimulasi kemampuan kognitif tingkat tinggi pada anak usia dini.

Temuan penelitian terbaru menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah yang merupakan fondasi penting untuk kesuksesan akademik di masa depan.

Dr. Delfi Eliza, M.Pd., pakar pendidikan anak usia dini dari Universitas Negeri Padang, menjelaskan bahwa karakteristik loose parts yang bersifat eksploratif dan terbuka mendorong anak untuk memperoleh informasi, menganalisis, serta mengembangkan keterampilan inkuiri secara mandiri.

"Media ini kaya dengan ide kreatif dan memungkinkan anak menggunakannya sesuai pilihan mereka, kemudian memanipulasi bahan tersebut sesuai kehendak sendiri," papar Eliza.

Proses berpikir tingkat tinggi ini diperkuat oleh interaksi anak dengan bahan-bahan konkret yang memicu eksplorasi imajinasi. Anak tidak hanya sekadar bermain, tetapi secara aktif mengkonstruksi pengetahuan baru berdasarkan pengalaman langsung mereka.

"Ketika anak diperbolehkan bekerja, melihat, merasakan, dan mengalami sendiri apa yang mereka pelajari menggunakan media konkret, maka pengetahuan baru akan terbentuk di dalam pikiran mereka," tambah Susi Susanti, M.Pd., peneliti dari Universitas Halu Oleo.

Yang lebih menarik, pendekatan ini juga mengajarkan konsep sains sejak dini melalui kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan eksperimen sederhana seperti mengamati perbedaan tekstur batu, mengelompokkan daun berdasarkan bentuk, atau membuat konstruksi dari ranting, memberikan pengalaman nyata yang memunculkan rasa ingin tahu dan mendorong anak mencoba hal baru.

"Pembelajaran sains yang melibatkan interaksi langsung dengan lingkungan sekitar menjadi kunci utama dalam mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor anak secara utuh," jelas Yaswinda, M.Pd., ahli pendidikan sains anak usia dini.

Temuan ini memberikan perspektif baru dalam pendekatan pendidikan anak usia dini, di mana pembelajaran melalui eksplorasi langsung dengan bahan-bahan alam tidak hanya lebih menyenangkan, tetapi juga lebih efektif dalam membangun fondasi kognitif yang kuat dibandingkan dengan metode konvensional yang bersifat instruksional dan kurang melibatkan partisipasi aktif anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....