SMKN 1 Rangas Wajibkan Literasi Digital di Sekolah

  • 21 Jan 2026 09:59 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - SMK Negeri 1 Rangas di Kabupaten Mamuju mewajibkan pemanfaatan literasi digital pada seluruh jurusannya. Kebijakan ini diambil untuk menyesuaikan proses belajar dengan perkembangan teknologi yang telah menyentuh kehidupan sehari-hari siswa.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 1 Rangas, Nadamar, dalam dialog interaktif Pro 1 RRI Mamuju, Selasa, 20 Januari 2026.

Nadamar menjelaskan, hampir semua siswa di SMK Negeri 1 Rangas sudah menggunakan telepon genggam dalam kegiatan pembelajaran. Gawai dimanfaatkan untuk mengakses materi, informasi, dan tugas yang terhubung dengan media digital dan media sosial.

“Di SMK Rangas kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan sekali, karena setiap proses pembelajaran sekarang banyak memperkenalkan media sosial, apalagi masalah-masalah digital tadi,” ujarnya.

Ia menegaskan, penggunaan telepon genggam di sekolah tetap berada dalam pengawasan guru yang mengajar. Menurutnya, tanpa pengawasan, siswa bisa kebablasan memakai gawai untuk bermain gim sehingga melupakan kewajiban belajar.

Di sisi lain, Nadamar mengakui kebijakan memperbolehkan siswa membawa telepon genggam memiliki kelebihan dan kekurangan. Banyak pelanggaran terjadi karena siswa keasyikan bermain gim hingga lupa masuk kelas, namun sisi positifnya adalah kemudahan mencari informasi pelajaran.

“Ketika anak membawa telepon genggam, banyak juga yang melanggar karena keasikan main game, tapi kalau mereka mencari informasi yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran, itu sangat membantu,” katanya.

Ia menilai, tantangan terbesar adalah mengubah cara pandang siswa terhadap penggunaan gawai agar tidak hanya untuk bermain. Sekolah terus melakukan sosialisasi dan pendampingan supaya telepon genggam dipandang sebagai alat belajar, bukan sekadar hiburan.

Kebijakan integrasi literasi digital di SMK Negeri 1 Rangas sejalan dengan tren nasional penerapan pembelajaran berbasis teknologi di sekolah menengah kejuruan. Literasi digital dinilai penting karena dunia kerja kini menuntut lulusan yang mampu mengakses, mengolah, dan memanfaatkan informasi secara cepat.

Nadamar berharap pemerintah ikut memperkuat ekosistem literasi digital dengan membatasi konten negatif yang mudah diakses siswa. Ia menilai intervensi itu dapat membuat anak lebih fokus pada konten positif yang menunjang pembelajaran di sekolah.

Reporter : Muh. Ilham

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....