Terlalu Sering Memuji Anak Bisa Merusak Mental Anak
- 07 Jan 2026 12:17 WIB
- Mamuju
KBRN, Mamuju : Banyak orang tua meyakini bahwa pujian merupakan cara terbaik untuk membangun kepercayaan diri anak. Namun, berbagai penelitian di bidang psikologi perkembangan menunjukkan bahwa pujian yang diberikan secara berlebihan justru dapat berdampak negatif pada kesehatan mental anak. Alih-alih membuat anak lebih percaya diri, pujian yang tidak tepat dapat menimbulkan tekanan psikologis sejak usia dini.
Pujian berlebihan, terutama yang bersifat tidak realistis atau berlebihan untuk hal sederhana, dapat membuat anak merasa harus selalu tampil sempurna. Kondisi ini berisiko menimbulkan kecemasan dan rasa takut gagal. Anak yang sering menerima pujian semacam ini cenderung menghindari tantangan baru karena khawatir tidak mampu mempertahankan citra positif yang sudah melekat pada dirinya.
Selain itu, pujian yang terlalu menekankan pada kemampuan atau label pribadi, seperti “kamu pintar” atau “kamu paling hebat”, dapat membuat anak mengaitkan nilai dirinya hanya pada hasil akhir. Ketika mengalami kegagalan, anak berpotensi merasa rendah diri, malu, dan menganggap dirinya tidak cukup baik. Pola ini dapat memengaruhi pembentukan konsep diri anak dalam jangka panjang.
Para ahli menyarankan agar orang tua lebih bijak dalam memberikan pujian dengan menekankan pada proses dan usaha anak, bukan semata hasil. Pujian seperti “kamu sudah berusaha keras” atau “cara kamu menyelesaikannya bagus” dinilai lebih sehat secara psikologis. Pendekatan ini membantu anak membangun motivasi dari dalam diri serta memahami bahwa belajar dan berkembang adalah proses yang wajar, termasuk saat mengalami kegagalan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....