Email Masih Jadi Sarang Penipuan Digital 2025
- 17 Des 2025 05:50 WIB
- Mamuju
KBRN, Mamuju: Penipuan siber melalui email masih menjadi ancaman serius sepanjang tahun 2025. Meski komunikasi bisnis kini banyak beralih ke aplikasi pesan dan kolaborasi, email tetap menjadi saluran utama dalam interaksi bisnis eksternal. Kondisi ini dimanfaatkan pelaku kejahatan digital untuk melancarkan berbagai modus penipuan.
Laporan The 2025 Cloudflare Radar Year in Review mencatat, lebih dari 5,6 persen pesan email yang beredar terdeteksi mengandung konten berbahaya. Angka tertinggi ditemukan sejak Oktober lalu, menandakan tren ancaman yang terus meningkat.
Salah satu modus paling dominan adalah penyebaran tautan palsu atau berbahaya. Sepanjang 2025, sekitar 52 persen email berbahaya diketahui menyertakan link berisiko, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 42 persen. Pelaku kerap memanipulasi tampilan hyperlink, sehingga alamat situs terlihat aman dan meyakinkan.
Lonjakan email dengan tautan berbahaya bahkan mencapai 70 persen pada akhir April, sebelum kembali meningkat hingga November. Selain itu, penipuan dengan cara penyamaran identitas juga mengalami kenaikan, dari 35 persen menjadi 38 persen. Penipuan yang mengatasnamakan merek ternama pun ikut melonjak, dari 23 persen menjadi 32 persen.
Temuan ini menunjukkan kewaspadaan terhadap email mencurigakan masih menjadi langkah penting di tengah meningkatnya kejahatan siber.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....