Benarkah Smartwatch Bisa Jaga Kesehatan?
- 20 Okt 2025 08:58 WIB
- Mamuju
KBRN, Mamuju : Smartwatch kini semakin populer dan tidak hanya dianggap sebagai penunjuk waktu. Perangkat ini hadir dengan berbagai fitur kesehatan seperti pemantau detak jantung, penghitung langkah, kualitas tidur, hingga pengingat aktivitas harian. Banyak orang mulai mengandalkannya untuk menjaga kebugaran, namun efektivitasnya masih menjadi bahan perbincangan.
Pada dasarnya, smartwatch bekerja dengan berbagai sensor yang merekam aktivitas tubuh sepanjang hari. Sensor heart rate memantau detak jantung, accelerometer mendeteksi gerakan, dan SpO2 sensor membaca kadar oksigen dalam darah.
Informasi dari sensor ini kemudian ditampilkan dalam aplikasi smartphone sehingga pengguna bisa melihat pola hidupnya, mulai dari durasi tidur hingga intensitas olahraga. Data ini membantu seseorang mengenal tubuhnya lebih baik dan mengetahui kebiasaan yang perlu diperbaiki.
Salah satu keunggulan smartwatch adalah kemampuannya memberikan pengingat secara real time. Pengguna bisa menerima notifikasi ketika detak jantung meningkat, saat duduk terlalu lama, atau ketika tubuh perlu bergerak.
Bagi pekerja yang banyak duduk seharian, fitur ini sangat membantu untuk mencegah tubuh kaku dan kurang aktivitas. Selain itu, target harian seperti 8.000 atau 10.000 langkah membuat pengguna merasa tertantang untuk bergerak lebih banyak.
Smartwatch juga banyak dimanfaatkan untuk memantau kualitas tidur. Perangkat ini dapat mencatat fase tidur ringan, tidur dalam, dan periode tubuh bergerak. Hasilnya membuat pengguna bisa mengevaluasi penyebab lemas atau kurang bertenaga pada pagi hari. Dengan pemahaman tersebut, kebiasaan tidur lebih teratur dapat mulai dibangun.
Meski begitu, smartwatch bukan alat medis. Hasil pengukuran kadang tidak sepenuhnya akurat, terutama jika jam tidak dipakai dengan benar atau pengguna banyak bergerak.
Data seperti detak jantung dan kadar oksigen bisa berbeda dengan alat kesehatan profesional. Karena itu, smartwatch lebih tepat digunakan sebagai alat pemantau gaya hidup, bukan alat diagnosis.
Secara keseluruhan, smartwatch cukup efektif membantu seseorang hidup lebih sehat. Perangkat ini membuat pengguna lebih sadar akan kondisi tubuhnya, mendorong rutinitas sehat, dan mengingatkan kebiasaan kecil yang sering dilupakan.
Selama digunakan dengan bijak, smartwatch bisa menjadi teman yang membantu menjaga kebugaran di tengah kesibukan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....