Huawei Gandeng WeChat untuk Perkuat HarmonyOS, Tantang Android dan iOS di Tiongkok
- 11 Jan 2025 11:38 WIB
- Mamuju
KBRN, Mamuju : Huawei Technologies mencapai tonggak penting dalam upayanya untuk menggeser dominasi Android dan iOS di Tiongkok dengan meluncurkan aplikasi WeChat di HarmonyOS. Langkah ini menandai dukungan penting dari Tencent Holdings, pemilik aplikasi super tersebut, dalam pengembangan ekosistem HarmonyOS sebagai alternatif lokal terhadap sistem operasi global.
Versi HarmonyOS dari WeChat, yang telah tersedia sejak Rabu, mendukung fitur utama seperti pembayaran, video pendek, live streaming, mini program, serta fungsi sosial seperti Moments, selain layanan pesan, panggilan audio dan video. Sebelumnya, aplikasi ini telah menjalani pengujian beta selama tiga bulan. Dengan 1,38 miliar pengguna aktif bulanan, WeChat menjadi alat digital yang tidak dapat dilewatkan oleh pengguna di Tiongkok, sehingga menjadikannya pilar strategis bagi ambisi Huawei.
Pada Maret lalu, Tencent menugaskan tim berpengalaman untuk mengembangkan versi HarmonyOS dari WeChat. Tim ini sebelumnya telah mengembangkan aplikasi untuk berbagai platform, termasuk sistem operasi Nokia Symbian.
Setelah terkena sanksi AS yang menghantam bisnis smartphone-nya, Huawei telah berupaya keras membangun kembali bisnis perangkat konsumen dengan mengurangi ketergantungan pada teknologi asing. Seri ponsel flagship Huawei Mate 70, yang dirilis pada November, menggunakan prosesor buatan sendiri dan menjalankan HarmonyOS Next, versi terbaru dari sistem operasi yang tidak lagi mendukung aplikasi Android.
Selain WeChat, Huawei juga telah menggandeng aplikasi besar lainnya, seperti Douyin (versi Tiongkok TikTok) dan Alipay dari Ant Group, untuk memperkuat ekosistem HarmonyOS. Hingga Oktober, HarmonyOS Next telah memiliki lebih dari 15.000 aplikasi asli dan layanan, dengan target mencapai 100.000 aplikasi dalam enam hingga 12 bulan ke depan.
Eric Xu Zhijun, Ketua Bergilir Huawei, menyatakan bahwa ekosistem HarmonyOS Next "sudah cukup dapat digunakan" dan diharapkan mencapai kematangan penuh pada 2025, dengan seluruh smartphone dan tablet Huawei menjalankan sistem operasi tersebut. Langkah ini menunjukkan komitmen Huawei dalam menciptakan ekosistem mandiri di tengah tekanan geopolitik.
Dengan strategi ini, Huawei berupaya memperkokoh posisinya di pasar dalam negeri sekaligus menantang dominasi pemain global di industri teknologi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....