Tepis Isu Blok Mewah, Ditjenpas Sulbar Sidak Lapas Pembinaan Anak

  • 01 Okt 2026 15:23 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju— Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Wilayah Sulawesi Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Mamuju. Sidak ini digelar guna menepis isu mengenai keberadaan fasilitas atau blok hunian mewah di lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Ditjenpas Sulawesi Barat, Yuniarto, menyatakan bahwa sidak tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari arahan pimpinan pusat untuk memeriksa seluruh fasilitas gedung kantor, blok hunian, hingga perumahan dinas.

"Kita melaksanakan arahan dari pimpinan kita di pusat, dalam hal ini arahan untuk mengecek semua fasilitas gedung kantor, blok hunian, dan fasilitas perumahan," ujar Yuniarto dalam wawancaranya bersama RRI

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, Yuniarto memastikan bahwa tidak ditemukan adanya fasilitas mewah seperti yang sempat diisukan di beberapa lapas lainnya.

Seluruh bangunan yang ada murni merupakan fasilitas resmi yang dibangun menggunakan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) pemerintah dan sesuai prosedur yang berlaku.

"Seperti yang kita saksikan bersama di Lapas Mamuju ini, alhamdulillah tidak terdapat bangunan-bangunan seperti yang dipermasalahkan. Jadi semua ini adalah bangunan gedung kantor yang dibangun oleh pemerintah, memakai DIPA pemerintah. Jadi alhamdulillah semua sesuai dengan prosedur," tambahnya.

Selain di Mamuju, pihak Ditjenpas Sulbar juga telah menginstruksikan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemasyarakatan di wilayah Sulawesi Barat untuk melaporkan kondisi fasilitas di unit masing-masing. Hasilnya, seluruh laporan menyatakan nihil dari temuan fasilitas mewah.

Yuniarto bahkan menggambarkan kondisi lingkungan LPKA Kelas II Mamuju jauh dari kesan mewah, mengingat area sekitar lapas masih dikelilingi oleh hutan.

"Jadi bisa dikatakan ini memprihatinkan, seperti yang di LPKA ini masih hutan di belakangnya. Jadi boro-boro mau hunian mewah, gedung mewah," pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....