Ditlantas Polda Sulbar Salurkan 10 Ribu Liter Air Bersih

  • 16 Sep 2026 10:11 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju— Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Barat menyalurkan 10 ribu liter air bersih kepada warga di tiga titik Desa Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Rabu 16 September 2026.

Penyaluran air bersih tersebut merupakan bagian dari kegiatan bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas ke-71.

Bantuan itu diberikan menyusul kondisi kemarau panjang yang menyebabkan warga mengalami kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kasat PJR Polda Sulbar Kompol Adriyan Fredrick Kopong mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan dan kepedulian Polantas terhadap masyarakat yang membutuhkan.

"Dalam rangka HUT Lantas yang ke-71, kami dari Ditlantas Polda Sulbar menjalankan bakti sosial yaitu bagi-bagi air bersih. Di mana kita tahu bahwa ada kemarau panjang sehingga masyarakat membutuhkan air bersih untuk kehidupan sehari-hari," kata Adriyan saat diwawancarai RRI.

Menurut Adriyan, distribusi air dilakukan di tiga titik di wilayah Desa Bebanga. Bantuan tersebut diberikan setelah adanya laporan dari masyarakat melalui kepala dusun.

"Kami melakukan tiga titik di sekitar Boros Kalukku, di mana laporan masyarakat melalui Pak Dusun kami menindaklanjuti untuk menambahkan air bersih," ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya menerima informasi dari kepala dusun mengenai lokasi yang membutuhkan pasokan air, kemudian petugas bergerak menyalurkan bantuan.

"Kami menunggu dari kepala dusun meminta kepada kami sehingga kami bisa bergerak ke lokasi yang membutuhkan air," katanya.

Sementara itu, salah seorang warga Dusun Saluleang Nursaidah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran kepolisian atas bantuan air bersih tersebut.

"Terima kasih atas bantuannya, Pak Polisi semua. Mudah-mudahan semasa kemarau selalu ada yang begini, Pak. Terima kasih," ujar Nursaidah.

Ia mengatakan, warga Dusun Saluleang telah menghadapi kemarau selama hampir lima bulan. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.

"Iya, mungkin hampir lima bulan. Sudah lama," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....