Pangdam Palaka Wira Resmikan Jembatan Garuda Penghubung Desa di Pasangkayu

  • 14 Sep 2026 14:34 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju — Panglima Kodam (Pangdam) XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, meresmikan Jembatan Garuda yang menghubungkan Desa Polewali dan Desa Pangiang, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, Senin 14 September 2026.

Jembatan beton tersebut dibangun untuk menggantikan jembatan kayu yang kondisinya sudah tidak layak dan hampir roboh. Kehadiran Jembatan Garuda diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat, khususnya akses anak-anak menuju sekolah serta distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

Dalam wawancaranya kepada RRI, Mayjen Jonathan mengatakan pembangunan jembatan tersebut dikerjakan bersama masyarakat selama kurang lebih dua bulan hingga akhirnya dapat digunakan.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa meresmikan mulai digunakannya Jembatan Garuda. Jembatan ini kita kerjakan bersama masyarakat selama kurang lebih dua bulan dan hari ini sudah selesai,” ujar Jonathan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, pemerintah desa, pemerintah Kabupaten Pasangkayu, serta jajaran TNI yang turut mendukung pembangunan jembatan tersebut.

Menurutnya, sekitar 459 warga atau sekitar 240 kepala keluarga akan mendapatkan manfaat dari keberadaan jembatan itu.

“Harapannya jembatan ini bisa digunakan dengan baik untuk akses anak-anak sekolah, kemudian juga akses ekonomi, pertanian dan perkebunan yang selama ini terhambat karena jembatan kayunya sudah hampir roboh,” katanya.

Jonathan menjelaskan, pembangunan jembatan perintis merupakan bagian dari program prioritas pemerintah untuk membuka akses masyarakat di wilayah yang masih sulit dijangkau.

Di Sulawesi Barat, kata dia, sekitar 60 jembatan telah diselesaikan. Program tersebut akan terus dilanjutkan dengan alokasi pembangunan sekitar 10 jembatan setiap bulan.

Karena itu, ia meminta jajaran pemerintah daerah dan TNI di wilayah Pasangkayu terus berkoordinasi agar pembangunan jembatan perintis dapat dilakukan secara berkelanjutan.

“Program ini adalah program unggulan Bapak Presiden. Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden yang telah menginisiasi program ini,” ujarnya.

Jonathan juga mengingatkan masyarakat agar menjaga dan merawat Jembatan Garuda. Jembatan tersebut memiliki kapasitas maksimal sekitar enam ton.

Ia meminta kendaraan pengangkut hasil bumi tidak membawa muatan melebihi kapasitas yang telah ditentukan agar usia pakai jembatan dapat dipertahankan.

“Kalau kapasitasnya enam ton, mohon ditaati. Kalau bisa maksimal lima ton, sehingga jembatan ini bisa digunakan selama mungkin untuk mendukung kegiatan,”tutupnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....