Warga Martasari Tak Lagi Melintasi Sungai,Seorang Ibu bertrimaksih ke Presiden
- 22 Agt 2026 04:27 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Pasangkayu - Masyarakat Desa Martasari kini tak perlu lagi bersusah payah menyeberangi sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Beroperasinya Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di Kecamatan Pedongga, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, secara resmi memutus keterisolasian dan mempermudah akses mobilitas warga setempat.
Peresmian jembatan berjenis beton tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Resor Militer (Danrem) 142/Taro Ada Taro Gau, Brigadir Jenderal TNI Hartono, pada Jumat 22Agustus 2026.
Kehadiran jembatan ini disambut haru oleh warga Dusun Nakula, Desa Martasari. Salah seorang warga, Ibu Andik, mengungkapkan bahwa sebelum adanya jembatan, warga harus memikul hasil panen satu per satu saat melintasi aliran sungai.
"Sebelumnya kami harus memikul hasil panen menyeberangi sungai. Sekarang aktivitas jauh lebih lancar, bahkan kendaraan roda empat sudah bisa masuk langsung menjemput hasil panen kami," tutur Ibu Andik.
Ia menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada jajaran TNI dan pemerintah atas kepedulian terhadap warga pelosok.
Kehadiran Jembatan Perintis Garuda Merah Putih diyakini akan mendongkrak perekonomian desa dan membawa kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat Pasangkayu.
Danrem 142 Brigjen TNI Hartono menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini difokuskan untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya akses pendidikan anak-anak sekolah dan mobilitas hasil pertanian.
"Syarat utama pembangunan jembatan ini adalah urgensi. Prioritas kami adalah membantu anak-anak sekolah yang selama ini harus menyeberang sungai hingga basah-basahan, serta mempermudah petani mengangkut hasil bumi ke pasar," ujar Brigjen TNI Hartono.
Ia menjelaskan, infrastruktur di Desa Martasari ini merupakan jembatan ke-40 yang telah selesai diresmikan dari total 53 titik yang sedang berjalan di Sulawesi Barat.
Pihaknya menargetkan pembangunan infrastruktur serupa dapat mencapai 5.000 titik hingga akhir Desember mendatang melalui pola swadaya dan gotong royong antara TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi vertikal, serta masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....