Suhardi Duka Akui Akan "Cawe-cawe" dalam Penentuan Wagub
- 09 Agt 2026 09:40 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju— Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menegaskan akan tetap "cawe-cawe" dalam proses penentuan Wakil Gubernur Sulbar pendampingnya. Dua nama yang kini mengemuka yakni kader Partai Demokrat Syamsul Samad dan kader Partai NasDem Dirga Singkeru.
Pernyataan itu disampaikan Suhardi di sela peninjauan kesiapan Upacara HUT ke-81 RI di Mamuju, Minggu 9 Agustus 2026.
Ia memaparkan batasan tegas mengenai posisinya yang harus memisahkan antara peran sebagai figur partai politik dan jabatan publik sebagai kepala daerah.
"Saya harus 'cawe-cawe' karena saya gubernur partai. Pada saat posisi saya sebagai gubernur partai, saya memiliki kepentingan. Tapi pada saat saya sebagai gubernur (kepala daerah), saya harus berlaku netral. Jadi dua posisi itu harus dibedakan," tegas Suhardi.
Sebagai pimpinan politik, ia menginstruksikan timnya untuk melakukan sosialisasi dan komunikasi politik dengan seluruh partai dalam koalisi pendukung.
Mengenai kapan nama Syamsul Samad dan calon lainnya akan resmi didorong ke DPRD, Suhardi menjelaskan bahwa koalisi partai belum menggelar rapat formal. Pihaknya memilih untuk fokus menyukseskan rangkaian peringatan Kemerdekaan RI terlebih dahulu.
"Belum kita rapat. Nanti kita selesaikan dulu agenda 17-an, lalu kita rapat dengan koalisi tiga partai," ujarnya.
Ia berharap pembahasan bersama koalisi tiga partai tersebut dapat menghasilkan kesepakatan akhir berupa dua nama calon wakil gubernur untuk disodorkan ke DPRD. Meski demikian, ia mengakui dinamika politik bisa berjalan alot jika masing-masing partai bersikeras mengusung calonnya sendiri.
"Semoga kita bisa mengambil kesimpulan dua calon yang kita dorong. Tapi kalau masing-masing partai mempertahankan satu calonnya, ya susah juga itu," tambahnya.
Menanggapi peluang Syamsul Samad untuk menduduki kursi Wakil Gubernur Sulbar, Suhardi optimistis dengan konstelasi kekuatan politik di internal koalisi saat ini. Ia menyebut Partai Demokrat memiliki porsi kekuatan yang relatif lebih besar dibanding dua partai koalisi lainnya.
"Ya, kalau kita melihat komposisi kekuatan partai di tiga koalisi itu, tentu Demokrat punya kekuatan yang lebih besar dibanding yang dua lainnya. Begitu kira-kira," pungkas Suhardi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....