Polresta Mamuju Bergerak Cepat Selamatkan Pelajar SMK yang Coba Bunuh Diri di Kos
- 01 Agt 2026 11:33 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju – Respons cepat ditunjukkan personel Polresta Mamuju setelah menerima laporan darurat melalui Call Center 110. Petugas segera mendatangi lokasi kejadian dan membantu proses evakuasi seorang pelajar perempuan berinisial DE (16) yang diduga mencoba mengakhiri hidupnya di sebuah kamar kos di wilayah Kabupaten Mamuju, Jumat 31 Juli 2026 pagi.
Korban yang merupakan siswi salah satu SMK di Mamuju tersebut kini dalam penanganan medis ketat di ruang observasi RS Bhayangkara Mamuju.
Piket Pamapta 3 Polresta Mamuju, Ipda Abd Fattah, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa aksi nekat korban bermula sekitar pukul 08.30 WITA ketika korban, yang diduga sedang dalam kondisi tekanan psikologis, mengunggah dan mengirimkan rekaman video ke pacarnya di Desa Salugatta, Kabupaten Mamuju Tengah.
"Mengetahui kondisi tersebut, pacar korban langsung meneruskan video itu ke teman sekelas korban. Di saat bersamaan, korban juga sempat menghubungi orang tuanya di Desa Tobadak untuk menyampaikan niat serupa," terang Ipda Abd Fattah saat ditemui di RS Bhayangkara.
Sontak, orang tua korban yang panik segera menghubungi guru Bimbingan Konseling (BK) sekolah serta teman sekamar korban karena mendapati DE tidak hadir di sekolah hari itu.
Guru BK bersama teman sekamar korban langsung bergegas menuju lokasi. Setibanya di kamar kos, mereka mendapati aksi percobaan bunuh diri tersebut baru saja terjadi. Dengan sigap, keduanya melepas tali yang terlilit di leher korban dan langsung menyelamatkannya sebelum dievakuasi ke RS Bhayangkara.
Tak lama setelah menerima laporan lewat Call Center 110, personel piket fungsi Polresta Mamuju tiba di lokasi untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP), mencatat keterangan para saksi, mengawal proses evakuasi lanjutan, serta menghubungi keluarga agar mendampingi korban di rumah sakit.
Dari hasil pemeriksaan awal, DE diketahui memiliki riwayat medis maag akut dan sesak napas yang membuatnya harus beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit. Kondisi kesehatan fisik yang rentan ini diduga berdampak pada kesehatan mental korban, menjadikannya lebih sensitif serta sering mengalami halusinasi. Meski begitu, kepolisian masih terus mendalami penyebab pasti kejadian ini.
Atas kejadian tersebut, Polresta Mamuju mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental keluarga maupun lingkungan sekitar. Apabila mendapati kerabat yang menunjukkan indikasi depresi atau potensi bahaya diri, warga diminta segera melapor melalui layanan bebas pulsa Call Center 110 atau layanan darurat terdekat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....