Siasati Anggaran Tanggul, Bupati Mamuju Pilih Mangrove
- 18 Jul 2026 14:32 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju – Panjangnya garis pantai Kabupaten Mamuju yang membentang luas dari Kecamatan Tapalang hingga Tommo menyimpan potensi ancaman abrasi yang serius. Merespons tantangan ekologis tersebut, Pemerintah Kabupaten Mamuju bergerak cepat dengan menggalakkan gerakan penanaman pohon mangrove di lahan-lahan pesisir yang kritis.
Di sela-sela menghadiri Festival Nelayan di Sumare, Sabtu 18 Juli 2026. Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi memimpin langsung penanaman bibit mangrove. Sutinah mengungkapkan bahwa pemulihan hutan bakau ini merupakan solusi jangka panjang yang paling efektif dan efisien, terutama di tengah keterbatasan anggaran daerah untuk pembangunan fisik.
"Kita tahu bahwa kita Mamuju hampir dari Tapalang sampai ke Tommo itu kita daerah pesisir. Terus sudah banyak juga yang abrasi. Tugas kita bagaimana lahan-lahan kritis yang dulu mangrove sekarang sudah jadi difungsikan yang lain itu kita tanami kembali. Mudah-mudahan ini untuk anak cucu kita," ujar Sutinah.
Sutinah menambahkan, jika pemerintah daerah harus mengandalkan pembangunan tanggul penahan ombak secara fisik, hal tersebut akan memakan biaya yang sangat besar dan membebani APBD. Oleh karena itu, langkah vegetatif seperti menanam mangrove menjadi pilihan strategis yang lebih rasional saat ini.
"Kalau anggaran untuk membuat tanggul itu memang membutuhkan anggaran yang sangat besar. Kita coba hal-hal yang kecil dulu bagaimana menanam mangrove sehingga abrasi tidak banyak terjadi di pesisir Kabupaten Mamuju," jelasnya.
Guna memastikan mangrove dapat tumbuh optimal tanpa mengganggu roda ekonomi masyarakat, Bupati juga menginstruksikan Dinas Perikanan untuk merancang pembangunan dermaga tambatan perahu yang menjorok langsung melompati vegetasi hingga ke bibir pantai. Langkah ini diambil agar aktivitas perahu nelayan kelak tidak merusak tanaman mangrove yang baru tumbuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....