Siasati Keterbatasan Fiskal, Pemprov Sulbar Prioritaskan Substansi di MTQ XI 2026

  • 30 Jun 2026 01:57 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) membuktikan bahwa keterbatasan anggaran fiskal daerah bukan menjadi penghalang untuk mengagungkan syiar Islam. Melalui strategi efisiensi yang ketat, gelaran Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XI tingkat Provinsi Sulawesi Barat tahun 2026 tetap sukses dilaksanakan dengan khidmat dan meriah.

Agenda religius akbar yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali ini resmi dibuka pada Minggu . 28 Juni 2026. Di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang menantang, jajaran panitia dinilai berhasil meramu acara tanpa mengurangi nilai kesakralannya.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, menyampaikan apresiasi yang tinggi dari pihak pemerintah provinsi, termasuk dari Wakil Gubernur, kepada seluruh panitia perempuan dan elemen penyelenggara yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini.

"Kami dari pemerintah provinsi, Wakil Gubernur, ini memberi apresiasi kepada wanita penyelenggara yang mana mampu melaksanakan kegiatan ini di mana kondisi saat ini memang kondisi fiskal kita yang sangat terbatas," ujar Junda Maulana saat diwawancarai usai pembukaan acara.

Junda menjelaskan bahwa kunci utama dari tetap terlaksananya MTQ XI ini adalah keberanian untuk melakukan efisiensi anggaran secara radikal. Pemprov Sulbar sepakat untuk melakukan penyisiran anggaran dengan memprioritaskan pemangkasan pada sektor-sektor yang dinilai non-esensial.

Pemerintah daerah secara sadar mengurangi komponen-komponen seremonial atau kegiatan pendukung yang dianggap tidak terlalu urgen, lalu mengalihkan seluruh fokus dan sisa anggaran yang ada untuk menyokong inti dari musabaqah itu sendiri.

"Kami sepakat bahwa kegiatan tetap dilaksanakan, tapi dengan cara kita bagaimana meminimalisir, yang mengurangi komponen-komponen kegiatan yang tidak terlalu urgen, kita kembalikan substansi," jelas Sekprov Sulbar.

Menariknya, meski dihantam badai keterbatasan fiskal dan pemotongan berbagai komponen acara, kemeriahan panggung MTQ XI tidak surut sedikit pun. Junda menilai atmosfer kompetisi dan syiar di lokasi acara tetap terasa hidup dan kompetitif, sama seperti tahun-tahun sebelumnya saat anggaran daerah masih longgar.

"Alhamdulillah ini tidak kalah meriah dengan kegiatan-kegiatan sebelumnya," pungkas Junda dengan nada optimis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....