Jaga Marwah Dewan Hakim, Pemprov Sulbar Targetkan Juara MTQ XI Berkualitas Nasiona

  • 30 Jun 2026 01:59 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menaruh harapan besar pada objektivitas penilaian dalam gelaran Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XI tingkat Provinsi Sulbar tahun 2026.

Pemprov menegaskan bahwa integritas tim penilai menjadi kunci utama untuk melahirkan juara yang berkualitas dan mampu bersaing di kancah nasional.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, memberikan pesan mendalam khusus kepada seluruh jajaran Dewan Hakim dan Panitera yang bertugas. Ia mendesak agar seluruh tim penilai bentukan panitia dapat menjalankan tugasnya tanpa intervensi dan menjaga profesionalisme sepanjang kompetisi berlangsung.

"Kami berpesan kepada Dewan Hakim dan Panitera untuk bagaimana menjaga maruahnya itu, agar bisa membantu jalannya lomba ini dengan objektif," tegas Junda Maulana saat diwawancarai usai pembukaan acara, Minggu 28 Juni 2026.

Menurut Junda, ketegasan dan objektivitas dalam penilaian dinilai sangat krusial. Pemprov Sulbar tidak ingin kelonggaran sekecil apa pun merusak kualitas kompetisi dua tahunan ini. Penilaian yang murni dan adil diharapkan dapat memacu para peserta untuk mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik mereka di atas panggung.

"Nanti peserta yang terpilih ini adalah yang terbaik. Bagaimana cara yang terbaik itu? Pasti pesertanya harus mengeluarkan kemampuannya. Sehingga siapapun yang terpilih itu adalah yang terbaik yang kita kirim di tingkat nasional," tambah Sekprov.

Di samping menyaring talenta terbaik untuk mewakili daerah, objektivitas pelaksanaan MTQ XI ini juga memikul misi sosial-keagamaan yang besar. Pemprov Sulbar saat ini tengah berjuang keras untuk menggenjot angka literasi baca Al-Qur'an di tengah masyarakat Sulawesi Barat yang tercatat baru mencapai kisaran 66 persen.

Angka tersebut menempatkan Sulawesi Barat masuk dalam daftar sembilan provinsi di Indonesia yang tingkat literasi Al-Qur'an-nya masih berada di kategori rendah.

Junda Maulana menjelaskan bahwa momentum MTQ ini harus digalakkan sebagai pemantik minat baca Al-Qur'an masyarakat secara luas. Hal ini dinilai sejalan dengan visi pembangunan daerah yang termaktub dalam program strategis Pemprov.

"Kenapa (MTQ) harus kita galakkan? Karena ini akan mengangkat literasi baca Qur'an kita. Di Sulawesi Barat, ini ada Pancadaya Ketiga, yaitu membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter," jelas Junda.

Melalui syiar Islam dan kompetisi yang sehat ini, Pemprov berharap berkah dari gemar membaca Al-Qur'an dapat membawa kesejahteraan serta mendorong pemanfaatan potensi sumber daya alam Sulbar, baik di darat maupun di laut, dengan landasan akhlak yang mulia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....