Pemkab Mateng Sosialisasikan Persiapan Pensiun bagi 173 ASN

  • 09 Jun 2026 13:47 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) menggelar sosialisasi persiapan masa pensiun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan memasuki masa purna bakti pada tahun 2026, 2027, dan 2028.

Kegiatan tersebut dipimpin Kepala BKD Mamuju Tengah, Dr. Hasanuddin HW, dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju Tengah, Lita Febriani. Sosialisasi turut menghadirkan layanan dari Bank Mandiri Taspen sebagai mitra dalam pelayanan pensiun ASN, Senin 8 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Hasanuddin mengajak seluruh peserta untuk bersyukur atas kesehatan dan kesempatan yang diberikan sehingga dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa sosialisasi diikuti oleh 173 ASN yang akan memasuki masa pensiun dalam tiga tahun ke depan.

Menurut Hasanuddin, persiapan pensiun perlu dilakukan secara matang agar para ASN memahami hak dan kewajibannya serta berbagai ketentuan terbaru terkait proses purna bakti.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada ASN mengenai prosedur pensiun, hak-hak yang akan diterima, serta berbagai persiapan yang perlu dilakukan sebelum mengakhiri masa pengabdian sebagai aparatur negara,” ujarnya.

Selain memastikan hak-hak pegawai terpenuhi, BKD juga menyiapkan program pendampingan agar para ASN tetap produktif dan mandiri setelah memasuki masa pensiun.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Mamuju Tengah, Lita Febriani, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan para ASN siap menghadapi masa pensiun dengan tenang dan sejahtera.

Ia menyebutkan hingga tahun 2028 terdapat 173 ASN di lingkungan Pemkab Mamuju Tengah yang akan memasuki masa pensiun. Pada tahun ini, di antaranya terdapat tiga pejabat Eselon II dan empat pejabat Eselon IIIA yang akan mengakhiri masa tugasnya.

Dalam arahannya, Lita menekankan tiga hal penting yang harus diperhatikan para calon pensiunan. Pertama, berkas pensiun harus diserahkan paling lambat enam bulan sebelum memasuki masa purna bakti. Kedua, ASN diminta merencanakan keuangan secara bijak dengan menghindari utang konsumtif dan memanfaatkan fasilitas kredit hanya untuk kegiatan produktif. Ketiga, informasi terkait persiapan pensiun perlu disampaikan kepada seluruh anggota keluarga agar dapat dipersiapkan secara bersama-sama.

“Persiapan yang baik akan membantu ASN menjalani masa pensiun dengan lebih nyaman, baik dari sisi administrasi maupun kondisi ekonomi keluarga,” kata Lita.

Ia juga menjelaskan bahwa verifikasi penerimaan hak pensiun akan dilakukan secara ketat melalui sistem aplikasi guna memastikan ketepatan data dan mencegah terjadinya penyimpangan.

Pada kesempatan tersebut, Bank Mandiri Taspen turut menyampaikan berbagai layanan dan fasilitas yang dapat dimanfaatkan ASN menjelang masa pensiun, termasuk dukungan perencanaan keuangan hingga dua tahun sebelum memasuki purna bakti.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah berharap seluruh ASN yang akan memasuki masa pensiun dapat mempersiapkan diri secara optimal sehingga tetap produktif, mandiri, dan sejahtera setelah menyelesaikan masa pengabdiannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....