Hardiknas 2026, Gubernur Sulbar 'Jemput Bola' Kembalikan Anak Putus Sekolah ke Kelas

  • 02 Mei 2026 08:05 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 di Sulawesi Barat menjadi momentum krusial bagi masa depan ribuan anak di Bumi Manakarra dengan program kembali bersekolah.

Mengusung tema "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua",

Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menegaskan komitmennya untuk menghapus bayang-bayang kemiskinan dan kenakalan remaja yang selama ini membelenggu akses pendidikan. Dua faktor utama penyebab anak-anak berhenti sekolah yaitu ekonomi dan pengaruh lingkungan yang negatif.

"Anak putus sekolah itu berbagai macam faktor, ada faktor kemiskinan, ada juga faktor kenakalan. Mereka yang terlibat penyalahgunaan lem (nge-lem) itu banyak yang putus sekolah," ujar Suhardi dengan nada prihatin setelah Upacara Hardiknas di Halaman Kantor Gubernur Sulbar, Sabtu 2 Mei 2026.

Ia menekankan bahwa fenomena anak yang terpaksa bekerja di usia dini merupakan pelanggaran undang-undang ketenagakerjaan yang sering kali terpaksa dilakukan karena desakan ekonomi keluarga.

“ Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat tidak ingin sekadar memberikan janji. Tahun ini, langkah konkret "jemput bola" mulai dijalankan dengan target awal mengembalikan 350 anak ke bangku sekolah, yang nantinya akan ditingkatkan hingga 1.000 anak,”katanya

Untuk merealisasikan hal ini, Pemprov Sulbar bersinergi dengan seluruh lintas pendidikan dan para Bupati di Sulawesi Barat. Intervensi yang diberikan yakni Pembebasan Biaya Pendidikan, Penyediaan Seragam dan Atribut Pendampingan Sosial.

Suhardi Duka menegaskan bahwa pemenuhan hak pendidikan bukan sekadar program kerja, melainkan kewajiban konstitusional dan bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM).

"Ini tanggung jawab pemerintah. Jika kita tidak lakukan ini, sebenarnya kita melanggar hak asasi manusia. Kemarin kita sudah tanda tangani komitmen, dan sekarang saatnya kita wujudkan," tegasnya.

Langkah ini diharapkan mampu mengubah wajah pendidikan di Sulawesi Barat, memastikan bahwa tidak ada lagi anak yang harus memilih antara mencari sesuap nasi atau mengejar mimpi di sekolah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....