Kemenkum Sulbar Ingatkan Implementasi BerAKHLAK Dalam Bekerja

  • 05 Okt 2026 13:03 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju — Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam pelaksanaan tugas tetap berjalan seiring dengan penerapan nilai BerAKHLAK.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, menyampaikan hal itu menanggapi pelaksanaan Apel Senin di lapangan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Senin, 5 Oktober 2026.

Apel dipimpin Muhammad Irsyadi Ramadhany, Perancang Peraturan Perundang-undangan Ahli Madya, sebagai pembina apel dan Zainuddin, Analis Hukum Ahli Muda, sebagai komandan apel, serta diikuti seluruh jajaran.

Dalam amanatnya, Irsyadi menyampaikan bahwa perkembangan AI dapat dimanfaatkan untuk membantu pelaksanaan tugas. Namun, penggunaan teknologi perlu dilakukan secara bijak dan tidak membuat pegawai kehilangan peran dalam memeriksa, mengoreksi, serta memastikan hasil pekerjaan.

"Pemanfaatan AI dalam mendukung tugas harus tetap diiringi sikap kritis. Kita boleh memanfaatkan kemudahan teknologi, tetapi jangan bergantung sepenuhnya. Hasil yang diperoleh dari AI harus tetap kita koreksi dan pastikan kebenarannya sebelum digunakan dalam pekerjaan," ujar Muhammad Irsyadi Ramadhany.

Irsyadi juga mengingatkan jajaran mengenai pentingnya nilai BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas. Kemampuan beradaptasi dengan teknologi perlu berjalan bersama dengan tanggung jawab, profesionalisme, dan komitmen memberikan pelayanan terbaik.

BerAKHLAK sendiri merupakan core values atau nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara yang mencakup Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif, yang menjadi acuan perilaku kerja seluruh ASN di Indonesia.

Menurut Saefur, perkembangan teknologi harus menjadi peluang bagi jajaran untuk meningkatkan kemampuan dan efektivitas kerja. Namun, penggunaan teknologi tetap harus ditempatkan dalam kerangka tanggung jawab sebagai aparatur.

Pandangan ini melanjutkan arahan Saefur sebelumnya bahwa AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas, namun kreativitas, ketelitian, dan kedisiplinan tetap menjadi faktor yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.

Penguatan teknologi dan nilai BerAKHLAK tersebut diharapkan dapat membentuk pola kerja yang adaptif sekaligus tetap mengedepankan kualitas, ketelitian, dan tanggung jawab.

Hal ini sejalan dengan upaya Kanwil Kemenkum Sulbar mengakselerasi kinerja jajaran menjelang akhir tahun 2026, dengan apel pagi dijadikan momentum konsolidasi komitmen seluruh unit kerja.

Apel Senin diikuti seluruh jajaran Kanwil Kemenkum Sulbar sebagai bagian dari pembinaan dan penguatan pelaksanaan tugas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....