Rutan Pasangkayu Gelar Sidang TPP Usulkan Sembilan Warga Binaan Menjadi Tamping

  • 30 Sep 2026 19:11 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Pasangkayu– Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pasangkayu menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) dalam rangka membahas pengusulan sembilan warga binaan untuk ditugaskan sebagai Tamping (tahanan pendamping).

Langkah ini dilaksanakan sebagai upaya optimalisasi program pembinaan sekaligus pemenuhan kebutuhan operasional kegiatan di dalam Rutan.

Pengusulan Tamping diputus melalui mekanisme evaluasi yang objektif dengan mempertimbangkan rekam jejak perilaku, tingkat kedisiplinan, serta perkembangan pembinaan masing-masing warga binaan.

Dari sembilan orang yang diusulkan, tujuh warga binaan diproyeksikan untuk mendukung pelayanan di area dapur, sementara dua orang lainnya diarahkan pada unit Bimbingan Kerja (Bimker).

Kepala Rutan Kelas IIB Pasangkayu, Muarif Khakim, menegaskan bahwa penetapan Tamping merupakan wujud kepercayaan atas proses perubahan perilaku yang ditunjukkan oleh warga binaan.

"Menjadi Tamping bukan sekadar penugasan, melainkan kepercayaan dan tanggung jawab yang harus dijaga dengan baik," tegas Muarif Khakim kepada RRI 30 September 2026.

Melalui Sidang TPP ini, Rutan Pasangkayu terus berkomitmen mendorong pembinaan berbasis kedisiplinan dan kemandirian sebagai bekal pemulihan kesatuan hubungan hidup, kehidupan, dan penghidupan bagi warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.

Pelaksanaan sidang yang berlangsung di Ruang Pelayanan Tahanan Rutan Pasangkayu tersebut dipimpin oleh unsur pejabat struktural dan teknis, meliputi Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR), Kepala Subseksi Pengelolaan, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, serta para Wali Pemasyarakatan.

Guna memperkuat sinergi pembinaan, Rutan Pasangkayu turut melibatkan keluarga atau wali dari para warga binaan dalam proses persidangan. Kehadiran keluarga menjadi sarana kontrol sosial dan dorongan moral agar warga binaan yang mendapat amanah dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta senantiasa mematuhi regulasi yang berlaku.

Para Wali Pemasyarakatan menekankan pentingnya menjaga integritas selama menjalankan tugas Tamping, sehingga para warga binaan yang terpilih dapat menjadi contoh yang baik bagi sesama penghuni Rutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....