Kanwil Ditjenpas Sulbar Usulkan Program "Masuk Napi Keluar Santri"

  • 28 Jul 2026 05:55 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Barat berencana meluncurkan program pembinaan keagamaan berjuluk "Masuk Napi, Keluar Santri".

Program inovatif ini ditujukan untuk memberikan pembinaan mental dan spiritual secara berkelanjutan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di wilayah Sulawesi Barat.

Rencana tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Barat, Said Mahdar, saat dikonfirmasi RRI di ruang kerjanya pada Senin 27 Juli 2026.

Said menjelaskan bahwa konsep pembinaan ini diadopsi dari pengalaman sukses yang pernah ia terapkan sewaktu menjabat di Kalimantan Selatan. Dalam pelaksanaannya nanti, Ditjenpas Sulbar akan menggandeng pelbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur keagamaan hingga akademisi.

"Program ini sebagaimana waktu saya masih jadi Kepala Divisi (Kadiv) di Kalsel. Setelah kita bangun, kita bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), kementerian setempat, serta IAIN/Universitas yang memiliki orientasi di bidang tersebut. Di Sulbar ini juga kita akan melaksanakan hal yang sama dengan melibatkan Kementerian Agama (Kemenag)," ujar Said Mahdar.

Melalui sinergi bersama Kementerian Agama dan perguruan tinggi keagamaan di Sulawesi Barat, program "Masuk Napi, Keluar Santri" diharapkan mampu mengubah pola pembinaan moral narapidana secara signifikan. Target utamanya adalah agar setiap warga binaan yang selesai menjalani masa hukuman memiliki bekal ilmu agama dan akhlak layaknya lulusan pesantren.

Said optimistis program ini dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi pembinaan warga binaan sebelum mereka kembali ke tengah masyarakat.

"Ini adalah satu program yang akan kita laksanakan di Sulbar ini di kemudian hari. Program ini sangat bagus dan berfokus pada kebermanfaatan bagi warga binaan," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....