Kemenkum Sulbar Dukung Sekolah Ramah HAM di Sekolah

  • 29 Apr 2026 03:11 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, menegaskan pentingnya membangun budaya sekolah yang menjunjung nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM) sebagai langkah strategis mencegah tindak kekerasan di lingkungan pendidikan.

“Sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik maupun tenaga pendidik. Nilai-nilai HAM perlu diintegrasikan dalam setiap kebijakan dan budaya sekolah agar potensi kekerasan dapat dicegah sejak dini,” ujar Saefur Rochim disela-sela kesempatannya, Selasa 28 April 2026.

Terkait dengan itu, tim penyuluh hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat menjadi narasumber dalam kegiatan Workshop Pencegahan Tindak Kekerasan di Lingkungan Sekolah yang dilaksanakan di UPTD SMA Negeri 2 Mamuju.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama lintas sektor dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkeadilan bagi seluruh warga sekolah.

Dalam workshop tersebut, beberapa instansi terkait turut menjadi narasumber, antara lain Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, serta Badan Narkotika Nasional (BNN), yang menyampaikan materi mengenai kebijakan pendidikan, mitigasi risiko kekerasan, serta deteksi dini terhadap peserta didik yang berisiko.

Sementara itu, tim penyuluh hukum Kanwil Kemenkum Sulbar memfokuskan materi pada pentingnya integrasi nilai-nilai HAM di sekolah, termasuk bentuk-bentuk pelanggaran HAM di lingkungan pendidikan, peran strategis guru dalam menegakkan nilai HAM, serta perlindungan hak-hak guru berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai konsep sekolah ramah HAM melalui penerapan budaya inklusif, penyusunan aturan berbasis HAM, serta penyediaan sistem pelaporan yang aman dan terpercaya. Pendekatan mediasi berbasis keadilan restoratif (restorative justice) juga diperkenalkan sebagai metode penyelesaian konflik secara humanis dan berkeadilan.

Kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran hukum dan memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam mewujudkan sekolah yang bebas dari kekerasan.

“Melalui sinergi semua pihak, kita dapat menghadirkan lingkungan sekolah yang melindungi martabat setiap individu, menumbuhkan rasa aman, dan mendorong terciptanya generasi yang berkarakter,” lanjutnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....