Gagalkan Kecurangan, Unsulbar Minta Polisi Tangkap Otak Sindikat

  • 22 Apr 2026 11:17 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SNBT di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) pada Selasa (21/4/2026) kemarin diwarnai aksi penangkapan.

Dua orang peserta perempuan yang melamar di program studi Kedokteran diamankan pihak kepolisian setelah kedapatan melakukan upaya kecurangan sistematis.

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Unsulbar, Prof. Tasrief Surungan, menjelaskan bahwa kedua peserta tersebut terjaring pemeriksaan petugas saat hendak memasuki ruang ujian.

Berkat ketatnya SOP dan penggunaan metal detector, panitia menemukan perangkat elektronik yang disembunyikan di balik pakaian mereka.

"Kemarin kami berhasil menangkal upaya kecurangan tipikal. Ada dua orang perempuan, mereka membawa alat semacam decoder yang terhubung ke telinga untuk mengirimkan soal ke luar secara diam-diam," ungkap Prof. Tasrief kepada RRI 22 April 2026.

Selain perangkat elektronik canggih, panitia juga menemukan keganjilan pada dokumen identitas peserta.

Keduanya diduga menggunakan KTP palsu yang baru dirilis pada April 2026 untuk memanipulasi data pendaftaran.

Atas temuan tersebut, pihak kampus langsung menyerahkan kedua pelaku beserta barang bukti ke Polres Majene. Prof. Tasrief menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi pintu masuk bagi kepolisian untuk membongkar sindikat joki yang lebih besar.

"Ini bukan sekadar pelanggaran individu, ini sindikat. Kami meminta polisi bergerak cepat karena bukti-bukti seperti perangkat komunikasi dan KTP palsu sudah ada. Jangan sampai dunia pendidikan kita dirusak oleh jaringan seperti ini," tegasnya.

Kasus ini kini dalam penanganan intensif Polres Majene. Pihak universitas memastikan kedua peserta tersebut telah didiskualifikasi secara otomatis dari kepesertaan UTBK SNBT 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....