Puluhan Petugas dan Ratusan Warga Binaan Rutan Pasangkayu Jalani Tes Urine

  • 10 Apr 2026 10:08 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pasangkayu menggelar tes urine mendadak bagi jajaran petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin (6/3).

Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata dalam memerangi peredaran gelap narkotika di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Besukan Rutan Pasangkayu ini dimulai pada pukul 19.00 WITA. Sebanyak 35 pegawai dan 150 warga binaan dipilih secara acak untuk menjalani pemeriksaan sampel urine di bawah pengawasan ketat tim medis dan kesatuan pengamanan.

Kepala Rutan Kelas IIB Pasangkayu, Nanang Badruzzaman, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Menurutnya, pengawasan internal terhadap petugas sama pentingnya dengan pengawasan terhadap warga binaan.

"Kami ingin memastikan bahwa Rutan Pasangkayu benar-benar bersih dari pengaruh narkoba.

Tidak hanya warga binaan, integritas petugas juga diuji di sini. Petugas harus menjadi teladan dan berada dalam kondisi mental serta fisik yang sehat saat menjalankan tugas pengamanan," ujar Nanang dalam keterangannya kepada RRI 10 April 2026.

Berdasarkan data laporan hasil pemeriksaan, dari total 35 petugas dan 150 warga binaan yang menjalani tes, seluruhnya dinyatakan negatif dari zat adiktif maupun narkotika.

Nanang menegaskan bahwa pihaknya tidak akan lengah. Hasil negatif ini akan menjadi bahan evaluasi untuk terus memperketat pengawasan pintu masuk dan meningkatkan frekuensi razia rutin di masa mendatang.

Sejauh ini, kondisi hunian Rutan Pasangkayu tercatat sebanyak 173 orang, yang terdiri dari 65 tahanan dan 108 narapidana.

Melalui tes urine berkala ini, diharapkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban akibat penyalahgunaan narkoba dapat diidentifikasi sejak dini sebelum menjadi masalah sistemik.

"Kegiatan berjalan dengan tertib dan kondusif. Ini adalah tindakan preventif agar tidak terjadi penyimpangan di dalam. Kami akan terus melaporkan perkembangan ini kepada pimpinan di Kantor Wilayah sebagai bahan pengambilan kebijakan strategis selanjutnya," tutup Nanang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....